Banda Aceh. RU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat Aceh mewaspadai potensi bencana banjir rob atau fase bulan perigee yang diperkirakan terjadi pada tanggal 4 Desember mendatang.
Ancaman ini disebabkan oleh perpaduan antara puncak pasang air laut saat purnama dengan curah hujan yang masih tinggi, berpotensi meningkatkan volume air di wilayah pesisir.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa tanggal 4 Desember bertepatan dengan puncak purnama atau hari ke-15 bulan, di mana pasang surut air laut mencapai level tertinggi.
“Akumulasi curah hujan dan tingginya gelombang laut musim pasang bisa meningkatkan risiko banjir rob yang parah di kawasan pesisir. Kami mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada,” ujar Nasrol dikutip Jumat (30/10/2026).
Lanjutnya, warga pesisir diminta untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca ekstrem selama periode puncak musim hujan ini.
BMKG menegaskan bahwa wilayah Aceh masih berada dalam periode musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Desember.
Wilayah-wilayah seperti Barat, Selatan, Timur, dan Utara Aceh disebut berpotensi tinggi mengalami curah hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan, memperkuat potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Meskipun demikian, upaya mitigasi telah dilakukan secara terpadu. BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) melakukan upaya modifikasi cuaca telah menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi intensitas hujan di beberapa wilayah Aceh yang sebelumnya dilanda banjir.
Meskipun upaya mitigasi telah dilakukan, warga diimbau untuk tidak lengah. Kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi menyebabkan banjir dan gangguan pada aktivitas sehari-hari masyarakat.(TH05)













