Disambut dengan Adat Aceh, Mahesa Fitriadi Mulai Tugas sebagai Pangdam IM

Tampak Wagub Aceh H. Fadhlullah saat menyambut Pangdam IM, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, bersama istrinya, Ny. Gading Mahesa Fitriadi, di Bandara SIM. Minggu 18 Oktober 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh berharap pergantian kepemimpinan Kodam Iskandar Muda dapat memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Aceh.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah saat menyambut Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) yang baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, bersama istrinya, Ny. Gading Mahesa Fitriadi, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (18/10/2026).

“Pemerintah Aceh menyambut baik kehadiran Brigjen TNI Mahesa Fitriadi sebagai Pangdam Iskandar Muda. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat semakin diperkuat, terutama dalam menjaga keamanan dan kedamaian Aceh, mendukung percepatan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Fadhlullah.

Mahesa merupakan putra Kota Bakti, Kabupaten Pidie.

Ia lulusan Akademi Militer 1995, mengikuti pendidikan staf dan komando di Tiongkok pada 2012 serta Sesko TNI pada 2019.

Ia juga menempuh pendidikan sarjana Administrasi Publik dan magister Manajemen.

Mahesa resmi menjabat Pangdam IM setelah mengikuti serah terima jabatan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aula A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Jumat, 16 Jumat 2026.

Ia menggantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Sahli Tingkat III Manajemen Bidang Sistem Pertahanan Negara Kasad.

Pemerintah Aceh berharap kepemimpinan Mahesa dapat memperkuat sinergi lintas sektor, menjaga stabilitas keamanan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...