Idi. RU – Kecamatan Pante Bidari dan Simpang Jernih di Kabupaten Aceh Timur, dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu sejak Minggu (11/10/2026) sore.
Hingga Senin (12/10/2026) malam, ketinggian air sudah mencapai satu meter, dan masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, sebanyak 69 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat sanak saudara yang berada di lokasi yang lebih tinggi.
Meski air mulai surut, sebagian warga belum kembali ke rumah karena sejumlah bagian permukiman masih tergenang.
Di Kecamatan Pante Bidari, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jambo Aye menggenangi belasan rumah warga di Gampong Blang Seunong dan Pante Labu. Ketinggian air di permukiman dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter.
Debit air yang meningkat juga berdampak pada aliran Sungai Arakundo. Kondisi ini diperparah dengan sejumlah tanggul di bantaran sungai yang sebelumnya telah rusak, sehingga air lebih mudah masuk ke permukiman warga.
Warga mengatakan, ada belasan rumah di desa itu yang tergenang.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Syahrizal Fauzi mengatakan pihaknya masih mendata jumlah warga yang terdampak banjir di kedua kecamatan tersebut.
“Kami masih berkoordinasi dan terus melakukan pemantauan. Untuk data warga terdampak masih dalam pendataan,” kata Syahrizal, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), selain Aceh Timur, banjir juga melanda enam kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Bireuen, dan Kabupaten Pidie Jaya.(TH05)













