Pemkab Abdya Anggarkan Rp 45,6 Juta untuk Beasiswa Santri Tahun 2026

Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk Junaidi. Senin 12 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T09]

Blangpidie. RU – Sebanyak 40 santri asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menempuh pendidikan di dayah atau pesantren di luar daerah berkesempatan memperoleh beasiswa dari pemerintah kabupaten pada 2026.

Program yang dikelola Dinas Pendidikan Dayah Abdya tersebut menyasar santri dari keluarga kurang mampu dan santri berprestasi sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk Junaidi Abdullah, mengatakan beasiswa tersebut diperuntukkan bagi santri asal Abdya yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan dan memenuhi kriteria program.

“Progam ini diperuntukkan bagi santri kurang mampu dan berprestasi yang mondok di dayah luar Abdya,” kata Tgk Junaidi, Senin (12/10/2026).

Beasiswa itu bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dengan total anggaran Rp 45,6 juta.

Setiap santri yang lolos seleksi akan menerima bantuan sebesar Rp 1,14 juta.

Tgk Junaidi menjelaskan, pembagian kuota untuk kategori santri kurang mampu dan berprestasi masih dibahas.

Meski demikian, jumlah penerima beasiswa tetap ditetapkan sebanyak 40 santri.

Selain itu, apabila terdapat lebih dari satu santri dalam satu keluarga yang memenuhi persyaratan, beasiswa hanya diberikan kepada satu orang.

“Setiap santri yang lolos seleksi sebagai penerima nantinya akan menerima beasiswa sebesar Rp1.140.000,” ujarnya.

Menurut Tgk Junaidi, program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Abdya untuk meningkatkan kualitas pendidikan santri, sejalan dengan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Abdya.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...