Tradisi Gule Kancah Warnai Peringatan Maulid Nabi di Abdya

Bupati Safaruddin meninjau proses memasak Gule Kancah di stan SKPK pada pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Abdya, di Halaman Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie. Selasa 6 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Aroma masakan daging dari puluhan wajan besar memenuhi pekarangan Masjid Agung Baitul Ghafur, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (06/10/2026).

Puluhan wajan tersebut memasak gule kancah, hidangan khas Aceh yang menjadi bagian dari tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW.

Gule kancah yang berbahan daging kerbau, sapi, kambing hingga bebek disiapkan dalam peringatan Maulid Nabi tingkat Kabupaten Abdya yang dihadiri ribuan warga.

Bupati Abdya Safaruddin bersama Wakil Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, Kajari Abdya Kardono, SH, MH, Kepala Kankemenag Abdya Drs H Marwan Z, serta Plt Sekda Amrizal meninjau stan gule kancah milik instansi vertikal, SKPK, dan organisasi kemasyarakatan.

Safaruddin mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam mempertahankan tradisi keagamaan dan budaya di Bumoe Breuh Sigupai.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar konsisten menjaga shalat lima waktu sebagai kunci kemudahan hidup dan keberkahan daerah. Semoga pada momentum maulid ini kita terus meneladani akhlak Rasulullah,” ujar Safaruddin.

Peringatan Maulid tahun ini juga menghadirkan dai asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, Ustadz Anugrah Cahyadi Batubara atau Ustadz Ucay untuk menyampaikan tausiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin turut menyinggung program unggulan “Doto Saweu Gampong” yang kini mendapat perhatian khusus dari kementerian sebagai bagian dari visi dan misi Arah Baru Abdya Maju.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa harta dan jabatan tidak memiliki arti tanpa ketakwaan.

“Saya mengajak warga Abdya untuk terus mempererat silaturahmi serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Safaruddin.

Tradisi memasak gule kancah secara gotong royong tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat Abdya dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga warisan budaya daerah.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...