Luapan Sungai Meluas, Akses ke Tenggulun dan Sumber Makmur Terputus

Tampak jalan Desa Tenggulun terendam Banjir, akses jalan utama tidak dapat dilalui. Selasa 6 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Luapan air sungai akibat hujan deras di wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang membuat sejumlah akses desa terendam dan tak dapat dilalui kendaraan, Selasa (06/10/2026).

Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Tenggulun dan Tamiang Hulu.

Jalur utama menuju Desa Tenggulun dan Desa Sumber Makmur kini tertutup air sehingga warga harus menggunakan jalan alternatif di kawasan Hak Guna Usaha (HGU).

Datok Tenggulun Heri Sutarto mengatakan, akses menuju desanya kini hanya dapat ditempuh melalui jalur alternatif tersebut.

“Jalan masuk ke desa kami sudah tertutup air. Satu-satunya jalan sekarang hanya lewat jalur alternatif di kawasan HGU itu,” ujar Heri Sutarto kepada media ini melalui sambungan telepon.

Menurut Heri, genangan terdapat di Blok 2 Simpang Sisirau dan kawasan Selamat Datang di poros utama Desa Tenggulun.

Sementara itu, jalan di Blok 13 yangang ke kampung, harus lewat jalan HGU.

“Waktu berangkat tadi pagi, air sudah mulai naik menutupi badan jalan mengarah ke Desa Sumber Makmur juga terendam dengan kedalaman air yang membuatnya tak bisa dilalui kendaraan,” ungkap Jumadi saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Aceh Tamiang.

Kenaikan debit air sebelumnya juga disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang, Jumadi, yang merupakan warga Desa Tenggulun.

“Sore ini saya rencananya pulang ke kampung, harus lewat jalan HGU. Waktu berangkat tadi pagi, air sudah mulai naik menutupi badan jalan,” ungkap Jumadi saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Aceh Tamiang.

Akses Desa Rongoh Ikut Terputus

Luapan air tidak hanya menggenangi wilayah Tenggulun.

Genangan juga meluas ke Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu.

Warga Desa Rongoh kini tidak dapat melintas menuju Desa Simpang Kiri lantaran jalan penghubung kedua wilayah tersebut turut tertutup luapan air.

Kondisi ini membuat sejumlah warga harus mencari jalur alternatif untuk keluar-masuk desa, sementara debit air dilaporkan terus meningkat akibat hujan yang mengguyur wilayah hulu Aceh Tamiang.(S04)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...