Antrean BBM belum Teratasi, Bupati Minta SPBU Layani Pembelian Solar Malam Hari

Antrean Solar
Antrean warga yang hendak membeli solar bersubsidi. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meulaboh. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta pihak SPBU mengubah jam layanan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Penyaluran solar yang sebelumnya dilayani pada siang hari, kini diwajibkan berlangsung mulai malam hari.

Kebijakan tersebut diberlakukan atas instruksi Bupati Aceh Barat Tarmizi melalui Surat Edaran (SE) Nomor 500.11/1501/2026 tentang Pengaturan Jam Layanan BBM Bersubsidi Jenis Solar.

Kebijakan ini untuk menghindari terhambatnya aktivitas warga akibat antrean BBM di SPBU di kabupaten itu masih terus berlangsung.

Dalam surat edaran tertanggal 23 September 2026 itu disebutkan, layanan solar bersubsidi di seluruh SPBU wilayah Aceh Barat dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.

“Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi terkait pengendalian dan penertiban antrean kendaraan kawasan SPBU, pelayanan BBM bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat, dalam rangka menciptakan kenyamanan dan keselamatan lalu lintas,” demikian bunyi SE tersebut.

Empat SPBU yang menjadi sasaran pengaturan itu yakni SPBU Manekroo, SPBU Meureubo, SPBU Kuta Padang, dan SPBU Suak Raya. Surat tersebut juga ditujukan kepada Pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Meulaboh.

Selain pengaturan waktu, Pemkab juga meminta SPBU memperketat pengawasan terhadap konsumen penerima solar bersubsidi.

“Diminta kepada seluruh SPBU untuk memperketat pengawasan terhadap konsumen/pembeli BBM bersubsidi khususnya terhadap kendaraan atau pihak yang terafiliasi dengan kegiatan industri pertambangan dan perkebunan,” demikian bunyi surat tersebut.

Langkah itu disebut bertujuan memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...