59,2 Ton Ikan Layang Disalurkan ke 16 Kecamatan di Aceh Tenggara

Buapati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry beserta Ketua Forikan Aceh Tenggara, Nurjanah Fakhry saat menyalurkan ikan jenis layang di kecamatan Lawe Sigala-Gala. Senin 5 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyalurkan 59,2 ton ikan layang kepada masyarakat di 16 kecamatan sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan protein dan mencegah stunting.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan, terutama ibu hamil dan ibu menyusui.

Penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat diterima masyarakat yang menjadi sasaran.

Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry mengatakan, ikan yang disalurkan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Hari ini kita bagikan 59,2 ton ikan. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi ibu hamil dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fakhry saat penyaluran di Puskesmas Lawe Sigala-Gala, Senin (05/10/2026).

Menurut Fakhry, konsumsi ikan penting untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama pada masa pertumbuhan.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh Tenggara, Nurjanah Fakhry, mengatakan ikan merupakan salah satu sumber protein yang dapat mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.

“Program ini sangat baik untuk mendukung pencegahan stunting. Ikan merupakan sumber protein yang tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan serta kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Fitri Yani yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh mengatakan, sebanyak 59,2 ton ikan layang tersebut akan didistribusikan secara bertahap ke 16 kecamatan di Aceh Tenggara.

Menurut Fitri, penyaluran harus dilakukan tepat sasaran agar manfaat bantuan dirasakan kelompok yang membutuhkan.

“Untuk saat ini yang disalurkan adalah ikan laut yang kaya akan protein. Kami berharap bantuan ini dapat diterima dan disalurkan tepat sasaran, khususnya kepada ibu hamil dan ibu menyusui,” ujar Fitri.

Pemerintah juga mempertimbangkan penyaluran ikan air tawar, seperti ikan mas, jika permintaan masyarakat terhadap jenis ikan tersebut cukup tinggi.

Program Gemarikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat di Aceh Tenggara.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...