PGE Akan Tampung Minyak dari Sumur Masyarakat di Aceh Utara

migas rakyat
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PGE, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), dan Koperasi Produsen Keuramat Jaya Energi di Jakarta, Kamis (01/10/2026). [Foto: PGE/Rahasiaumum.com]

Lhoksukon. RU – PT Pema Global Energi (PGE) menyatakan akan menampung minyak yang diproduksi dari sumur masyarakat di Aceh Utara.

Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PGE, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), dan Koperasi Produsen Keuramat Jaya Energi di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Direktur Utama PGE, Firdaus Noezula, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola sumur minyak masyarakat yang lebih teratur dan berkelanjutan.

“Penandatanganan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi dan komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Aceh bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Firdaus, Sabtu (03/10/2026)

Plh Kepala Dinas ESDM Aceh, Irwansyah, turut mendukung kerja sama tersebut. Menurutnya, pengelolaan sumur minyak masyarakat yang dilakukan secara tertata dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan kerja sama tersebut merupakan implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 dan tindak lanjut persetujuan Menteri ESDM pada 17 September 2026.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras PGE dan seluruh pihak sehingga kerja sama ini dapat terlaksana,” kata Mawardi.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menghadirkan kepastian hukum serta mendorong tata kelola sumur minyak masyarakat yang lebih tertib, aman dan bertanggung jawab.

Ketua Koperasi Produsen Keuramat Jaya Energi, Mukhtar, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan BPMA dan PGE terhadap pengelolaan produksi minyak masyarakat melalui koperasi.

“Melalui kerja sama ini diharapkan membuka ruang bagi produksi minyak masyarakat untuk dikelola secara legal, aman dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...