Netanyahu Disebut Rencanakan Sandiwara Pembajakan Pesawat  Flydubai

Flydubai
Pesawat Flydubai yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv terpaksa dialihkan dan mendarat darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9/2026) akibat insiden yang diduga sebagai percobaan pembajakan. (Foto: EPA-EFE) 

Tel Aviv. RU – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dilaporkan Press TV disebut merencanakan sebuah sandiwara cipta kondisi atau ‘false flag’ lewat insiden pembajakan pesawat Uni Emirat Arab untuk membuat Amerika Serikat (AS) kembali berperang dengan Iran.

Penyiar Press TV menyebutkan berdasarkan seorang “sumber regional tepercaya” menduga insiden Flydubai baru-baru ini bagian dari rencana Netanyahu itu. 

Menurut sumber, operasi cipta kondisi itu didiskusikan dan difinalisasikan dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA tiga hari sebelum insiden Flydubai terjadi.

Sumber itu mengeklaim bahwa Netanyahu ditemani oleh beberapa pejabat senior militer dan intelijen Israel dan diskusi itu melibatkan beberapa pejabat Arab yang fokus pada perancangan operasi yang nantinya bisa diarahkan ke Iran sebagai kambing hitam.

Sumber Press TV menyebut tujuan perancangan cipta kondisi itu adalah untuk menarik perhatian Presiden AS Donald Trump agar kembali berperang dengan Iran. Sumber itu juga menduga insiden Flydubai juga terkait dengan situasi politik internal, di mana Netanyahu diduga sedang khawatir dengan prospek koalisinya dalam pemilu parlementer pada 27 Oktober nanti.

Press TV tidak menyebut identitas sumbernya dan tidak menghadirkan bukti atas laporannya. Tidak ada respons segera dari Israel, UEA dan AS atas laporan Press TV itu.

Sebuah pesawat dari maskapai Flydubai yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv terpaksa dialihkan dan mendarat darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9/2026). Dilaporkan Jerusalem Post mengutip pejabat Israel, pengalihan rute pesawat itu setelah terjadi pertengkaran antara pilot di udara di mana pilot menikam pilot yang lain, pengiriman sebuah kode darurat, sekaligus memicu kekhawatiran akan adanya pembajakan.

“Sebuah bencana besar terhindarkan,” ujar pejabat itu, di tengah kekhawatiran salah satu pilot berusaha membajak kapal dan upaya menjatuhkan pesawat dengan sengaja ke darat.

Kru pesawat dalam pesawat dilaporkan berhasil menenangkan pilot dan membuatnya terkendali. Selama keributan antarpilot, pesawat terjun bebas dari ketinggian 4.000 meter.

Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 dan membawa lebih dari 100 penumpang Israel, sempat mengirim kode 7700, mengindikasikan sebuah keadaaan darurat, sebelum mengubahnya ke kode 7500, yang mensinyalkan adanya perbuatan melawan hukum, dan kemudian kembali ke kode awal.

Saat insiden terjadi, menurut laporan WALA, Angkatan Udara Israel (IAF) menyiapkan jet-jet tempur sebagai persiapan atas kemungkinan level waspada dan darurat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menggelar sebuah pertemuan keamanan dengan pejabat pertahanan Israel.

“Insiden terkontrol, dan semua langkah dikerahkan dalam rangka mengembalikan penumpang selamat ke Israel,” demikian keterangan Kantor Perdana Menteri Israel.

Ruang udara Israel juga sempat ditutup dan kemudian dibuka kembali setelah pesawat mendarat di Arab Saudi. Pesawat dilaporkan mendarat di Bandara Pengeran Sultan bin Abdulaziz Airport.(TH05/Republika)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...