Inflasi 5,03 Persen, Aceh Alami Kenaikan Harga Konsumen Tertinggi di Sumatera

ilustrasi inflasi
Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan sebesar 5,03 persen pada September 2026. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 5,03 persen pada September 2026.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara 10 provinsi di Pulau Sumatera, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyebutkan inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh yang mencapai 116,62.

“Secara umum, harga barang dan jasa pada September 2026 meningkat 5,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkapnya Kamis (01/10/2026).

Sejumlah komoditas memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Aceh. Beras menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan andil 0,62 persen, disusul nasi dengan lauk sebesar 0,56 persen, emas perhiasan 0,30 persen, bensin 0,29 persen, serta daging ayam ras 0,27 persen.

Selain inflasi tahunan, Aceh juga mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,36 persen pada September 2026. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,94 persen.

Agus menyebutkan inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 0,59 persen. Sebaliknya, Meulaboh mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Untuk inflasi bulanan di Aceh, cabai merah menjadi salah satu komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,34 persen. Komoditas lainnya meliputi daging ayam ras sebesar 0,17 persen, cabai hijau 0,20 persen, ikan tuna 0,02 persen, dan semangka 0,02 persen.

Data tersebut menunjukkan tekanan harga di Aceh tidak hanya berasal dari kelompok pangan, tetapi juga dari sejumlah kelompok pengeluaran lain, terutama penyediaan makanan dan minuman serta transportasi.

Dengan inflasi tahunan yang mencapai 5,03 persen, Aceh mencatat kenaikan harga konsumen tertinggi di Sumatera pada September 2026.

Berdasarkan wilayah penghitungan IHK di Aceh, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 5,86 persen dengan IHK 120,31. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,61 persen dengan IHK 116,49.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, inflasi Aceh berada di posisi tertinggi. Sedangkan Sumatera Selatan mencatat inflasi terendah sebesar 2,55 persen dengan IHK 112,21.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Aceh Tengah juga mencatat inflasi tahunan tertinggi di antara 41 kabupaten/kota penghitungan IHK di Sumatera. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 1,63 persen dengan IHK 110,34.

Menurut Agus, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,17 persen.

Berikutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 7,90 persen, transportasi 5,94 persen, makanan, minuman dan tembakau 5,02 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 4,23 persen.

Selain itu, kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,88 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 3,25 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 1,98 persen; kesehatan 1,08 persen; serta pendidikan 0,56 persen.

Satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah pakaian dan alas kaki, yakni sebesar 1,30 persen.

“Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” kata Agus.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...