86 Peserta Ikuti Sertifikasi Kompetensi Kuliner Perdana di Aceh Tenggara

Peserta sertifikasi kompetensi subsektor kuliner skema Cook. (insert) Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kemenekraf/Bekraf, R. Adi Mukhtar (kiri) bersama Kadisparpora Aceh Tenggara, Bakri Sahputra (tengah). Jumat 2 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Kompetensi 86 peserta bidang kuliner diuji melalui sertifikasi skema Cook yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.

Sertifikasi berlangsung selama dua hari, 1-2 Oktober 2026, di SMK Negeri 2 Kutacane.

Sebelum mengikuti sertifikasi, peserta terlebih dahulu menjalani pembekalan berbasis kompetensi.

Dari 114 peserta yang mengikuti pembekalan, sebanyak 86 orang melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, mengatakan sertifikasi diperlukan untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi peserta di bidang kuliner.

“Sertifikasi ini menjadi tahapan penting untuk membuktikan dan mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang telah dimiliki,” kata Adi saat membuka kegiatan pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut dia, kompetensi yang terukur dan diakui dapat menjadi modal bagi pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan profesionalitas sekaligus daya saing.

Adi mengingatkan peserta agar tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembekalan dan sertifikasi diharapkan diterapkan dalam pekerjaan maupun pengembangan usaha.

“Jadikan pelatihan ini bukan hanya sebagai kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, tetapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Pertama Digelar di Aceh Tenggara

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Tenggara, Bakri Sahputra, mengatakan sertifikasi kompetensi subsektor kuliner tersebut merupakan kegiatan perdana di daerah itu.

“Pemda melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah melaksanakan kegiatan ini di Aceh Tenggara. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bakri kepada rahasiaumum.com Jumat (02/10/2026).

Menurut Bakri, kegiatan serupa sebelumnya belum pernah dilaksanakan di Aceh Tenggara.

“Ini merupakan kegiatan perdana di Aceh Tenggara,” ujarnya.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sertifikat kompetensi, kata dia, juga dapat menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan peserta di bidang kuliner.

“Harapannya, siapa pun yang lulus nantinya dapat memanfaatkan ilmu yang didapat. Dengan mendapatkan sertifikat, mereka memiliki pengakuan kompetensi dalam memasak, terutama untuk pengembangan UMKM,” kata Bakri.

Bakri juga berharap program peningkatan kompetensi dari Kementerian Ekonomi Kreatif dapat kembali dilaksanakan di Aceh Tenggara.

“Mudah-mudahan ke depan kegiatan dari kementerian ini dapat berlanjut dan tidak sampai di sini saja,” ujarnya.

Dukung Pemulihan Pascabencana

Bakri menilai peningkatan keterampilan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif juga dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan Aceh Tenggara setelah bencana.

Menurut dia, pemulihan tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Secara otomatis ini juga menjadi upaya pemulihan bencana dari pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif di bidang sumber daya manusia, bukan hanya infrastruktur,” kata Bakri.

Salah seorang peserta, Isnaini Ramadaniah, pelaku UMKM jajanan basreng, menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha di bidang kuliner.

“Acara ini sangat bagus dan bermanfaat bagi kami, terutama di bidang kuliner yang sesuai dengan potensi kami,” kata Isnaini.

Selain praktik memasak, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penggunaan aplikasi untuk proses pendaftaran sebagai juru masak profesional serta mengikuti sertifikasi kompetensi.

Isnaini berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha kuliner secara lebih profesional.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...