Kutacane. RU – Akses utama warga Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, terancam putus setelah badan jalan sepanjang sekitar 50 meter tergerus arus Sungai Lawe Bulan.
Kerusakan terjadi setelah banjir melanda kawasan tersebut pada Sabtu, 26 September 2026 malam.
Arus sungai mengikis tanah di bawah badan jalan hingga sebagian aspal kini menggantung tanpa penopang.
Kondisi itu membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sepeda motor dan becak motor masih bisa melewati jalur tersebut, tetapi dengan risiko badan jalan kembali amblas.
Jalan itu merupakan akses penting warga menuju fasilitas pendidikan dan Pasar Terpadu Pajak Pagi di Desa Lawe Rutung.
Kerusakan serupa sebelumnya terjadi akibat banjir pada 13 September 2026 yang merusak tanggul sementara hasil swadaya masyarakat dan aparatur desa.
Untuk mencegah kerusakan meluas, BPBD Aceh Tenggara mulai membangun tanggul darurat di aliran Sungai Lawe Bulan pada Selasa, 29 September 2026.
Satu unit alat berat dikerahkan untuk membendung sekaligus mengalihkan arus sungai agar tidak kembali mengikis tanah di sekitar badan jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd. Asbi mengatakan, pihaknya juga memasang sandbag di sepanjang tepi sungai sebagai penahan sementara.
“Sandbag sudah disusun melintang di sepanjang tepi sungai untuk membendung sementara aliran air yang naik,” kata Asbi, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (30/09/2026).
Menurut Asbi, pembangunan tanggul tersebut masih bersifat sementara untuk menahan dan mengalihkan luapan sungai agar tidak semakin mengancam jalan dan infrastruktur di sekitar lokasi.
“Tanggul ini sebagai penghalang untuk mengalihkan, membendung, dan menahan luapan air sungai agar tidak meluas ke area permukiman serta infrastruktur publik di sekitarnya,” ujarnya.
Badan jalan hingga kini masih dalam kondisi rawan.
Jika Sungai Lawe Bulan kembali meluap, pengikisan berpotensi semakin parah dan dapat memutus akses warga secara total.(AFW11)













