RS Putri Bidadari Akan Dibangun di Manyak Payed Aceh Tamiang

Bupati Aceh Tamiang, H Armia Pahmi. Minggu 27 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Pembangunan Rumah Sakit Putri Bidadari di Kabupaten Aceh Tamiang dijadwalkan dimulai pada Jumat, 13 November 2026.

Proyek yang diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 50 miliar itu akan diawali dengan peletakan batu pertama.

Rumah sakit tersebut akan dibangun di kawasan Bukit Panjang Dua, Kecamatan Manyak Payed, di atas lahan seluas sekitar tiga hektare.

Kepastian pembangunan disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, dalam dialog bersama masyarakat di Kecamatan Rantau, Jumat, 25 September 2026.

Informasi pembangunan rumah sakit itu disampaikan setelah seorang tokoh masyarakat bernama Andi menanyakan perkembangan proyek yang sebelumnya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Armia menegaskan, pembangunan tersebut bukan sekadar rencana, melainkan telah memiliki jadwal pelaksanaan.

“Manajemen rumah sakit menargetkan pembangunan fisik selesai dalam enam bulan pasca peletakan batu pertama. Selain itu, pihak investor berkomitmen membangun satu masjid di kawasan yang sama,” ungkap Armia seperti diberitakan rahasiaumum.com, Minggu (27/09/2026).

Meski jadwal pembangunan telah ditetapkan, pemerintah daerah belum memaparkan secara rinci kapasitas tempat tidur, jenis layanan medis, kebutuhan tenaga kesehatan, maupun kelengkapan peralatan yang akan tersedia di rumah sakit tersebut.

Armia menjelaskan, penyelesaian konstruksi tidak serta-merta membuat rumah sakit dapat langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rumah sakit tetap harus memenuhi persyaratan teknis, administrasi, dan perizinan sebelum mulai beroperasi.

Rencana pembangunan rumah sakit itu disampaikan di tengah proses pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.

Menurut Armia, pemerintah daerah masih menangani berbagai kebutuhan warga, termasuk bantuan untuk rumah yang rusak, pemulihan ekonomi, serta jaminan hidup bagi masyarakat terdampak.

Armia mengakui proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan kerja keras.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus menangani kebutuhan masyarakat yang belum terselesaikan sekaligus mengajak warga tetap bersemangat dalam membangun daerah.

Tahap berikutnya adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Pemerintah daerah juga diharapkan mengawasi realisasi investasi serta memastikan seluruh persyaratan pembangunan dan operasional rumah sakit dipenuhi.(S04)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...