Langsa. RU – Puluhan korban banjir yang tergabung dalam Korban Banjir Langsa (KBL) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Wali Kota Langsa, Sabtu sore (26/09/2026).
“Kami mendesak Pemko Langsa segera menyalurkan bantuan banjir tahap III kepada masyarakat yang hingga kini belum menerima bantuan, meski bencana banjir telah berlalu sekitar 10 bulan,” ujar koordinator aksi, Jantana Pratama Putra.
Massa juga meminta Wali Kota Langsa menjelaskan soal kepastian waktu serta mekanisme penyaluran bantuan, karena warga menemukan adanya penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
Dalam aksi tersebut, KBL mengusung dua tuntutan utama. Pertama, mendesak Pemko Langsa segera menyalurkan bantuan banjir tahap III kepada seluruh masyarakat yang belum menerimanya.
Kedua, meminta Wali Kota Langsa hadir langsung menemui peserta aksi untuk memberikan penjelasan dan jawaban konkret terkait keterlambatan penyaluran bantuan tersebut.
Selain itu, massa meminta Wali Kota Langsa menandatangani lembar komitmen untuk memenuhi tuntutan mereka. Massa menegaskan komitmen tersebut harus ditandatangani langsung oleh wali kota dan tidak diwakilkan kepada pejabat lain.
Menjelang magrib, massa membubarkan diri tanpa mendapatkan jawaban langsung dari wali kota terkait tuntutan mereka, terutama mengenai kepastian pencairan bantuan banjir tahap III.
“Warga korban bencana sudah 10 bulan menunggu bantuan. Kami hanya ingin kejelasan, tanggal berapa dan bulan berapa bantuan tahap III itu dicairkan. Kami tidak mau lagi jawaban yang tidak pasti,,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan. Ia mengaku mendapat informasi adanya masyarakat yang tidak terdampak langsung banjir tetapi telah menerima bantuan, sementara sejumlah korban yang terdampak belum mendapatkan bantuan.
Karena belum memperoleh kepastian, Jantana mengatakan KBL akan menggelar aksi lanjutan dengan mendatangi kawasan Hutan Kota Langsa yang menjadi lokasi pelaksanaan Langsa Expo 2026.(TH05)













