Blangpidie. RU – Limbah sekam padi varietas lokal Sigupai asal Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mengantarkan peneliti muda Wafiq Alni Dzulhijjah, ST MT, meraih penghargaan internasional di Malaysia.
Wafiq berhasil membawa pulang Diamond Sustainability Award 2026 setelah mempresentasikan penelitiannya dalam International Conference of Sustainable and Environmental Technology 2026 (ISET 2026) yang digelar bersamaan dengan Regional Conference on Environmental Engineering 2026–AUN/SEED-Net (RCEnvE 2026).
Konferensi tersebut berlangsung di Pulai Springs Resort, Johor Bahru, Malaysia, pada 22–24 September 2026.
Wafiq menerima Diamond Sustainability Award secara langsung dalam acara Grand Dinner.
Penghargaan itu disponsori Acomech Engineering Sdn Bhd.
Penghargaan diberikan atas penelitian inovatif Wafiq yang memanfaatkan limbah sekam padi varietas lokal Abdya, Sigupai, untuk pengembangan teknologi membran maju atau Thin Film Nanocomposite Membrane.
Wafiq merupakan perempuan kelahiran Gampong Durian Rampak, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya.
Perempuan berusia 26 tahun itu adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan almarhum Albahri dan Mawarni.
Saat ini, Wafiq sedang menempuh semester keempat program doktoral (S3) di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Menurut keluarga, pencapaian Wafiq di tingkat internasional tidak terlepas dari doa dan dukungan orangtuanya.
Ibu kandung Wafiq, Mawarni, mengaku bersyukur sekaligus terharu atas pencapaian putrinya tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas ridha Allah SWT. Melihat Wafiq tumbuh menjadi anak yang tekun dan bisa membawa nama baik keluarga serta daerah dan bangsa di tingkat dunia adalah kebahagiaan luar biasa bagi saya sebagai ibunya,” ujar Mawarni kepada rahasiaumum.com, Sabtu (26/09/2026).
Mawarni berharap penghargaan tersebut tidak membuat Wafiq cepat berpuas diri.
Ia ingin putrinya terus mengembangkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
“Harapan saya, semoga ilmu dan penghargaan yang didapatkan Wafiq tidak membuatnya cepat berpuas diri, tetapi justru semakin terus rendah hati dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas serta lingkungan,” pungkasnya.
Prestasi tersebut tidak hanya mengangkat nama Abdya dan Aceh di tingkat internasional, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan membawa karya ke tingkat global.(T08)













