Kongres PSSI Aceh Dipersoalkan, Voters Minta Mekanisme Organisasi Dipatuhi

Sekretaris Umum PS Muda Sedia, Saiful Alam, S.E. Jumat 25 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Rencana Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh memunculkan penolakan dari sejumlah klub dan voters.

Mereka mempertanyakan rencana pelaksanaan kongres yang disebut belum mengantongi rekomendasi resmi dari PSSI Pusat.

Tokoh olahraga sekaligus Sekretaris Umum PS Muda Sedia, Saiful Alam, S.E., menilai agenda tersebut tidak semestinya dipaksakan sebelum seluruh persyaratan organisasi dipenuhi.

Menurut Saiful, pelaksanaan kongres tanpa rekomendasi PSSI Pusat berpotensi menimbulkan persoalan legalitas dan bertentangan dengan statuta PSSI.

“Jangan semua disamakan dan dianggap mudah, gampang. Bagaimanapun, jika tidak ada rekomendasi dari PSSI Pusat maka berpotensi cacat hukum, jadi lebih baik tak dilaksanakan. Jangan jadikan PSSI Aceh ini sebagai milik kroni pengurus; PSSI ini milik seluruh klub yang ada di Aceh,” tegas Saiful Alam kepada rahasiaumum.com di Aceh Tamiang, Jumat (25/09/2026).

Saiful, yang meraih predikat Wartawan dan Pelaku Olahraga Terbaik se-Aceh pada Haornas 2025, mengingatkan pengurus agar tidak gegabah mengambil keputusan.

Ia menilai rekomendasi PSSI Pusat merupakan bagian penting dalam memastikan legalitas penyelenggaraan kongres.

“Sekali lagi, jangan sampai terkesan memaksakan kehendak, hingga hasil yang didapat justru mentah begitu saja,” tutur Saiful Alam Idris tajam.

Penolakan dari Klub dan Calon Ketua

Saiful mengatakan, penolakan terhadap rencana kongres juga disampaikan Presiden Klub Persip Pase, Ade Zulfadli.

Menurut dia, pihak klub menyatakan tidak akan hadir ataupun berpartisipasi apabila kongres tersebut dinilai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.

Penolakan itu, kata Saiful, juga dilatarbelakangi sejumlah persoalan dalam tata kelola sepak bola di tingkat daerah, antara lain mandeknya kompetisi Askab/Askot, lemahnya pembinaan usia dini, serta administrasi organisasi yang dinilai tidak transparan.

Sikap serupa disebut datang dari salah satu calon Ketua PSSI Aceh, Darmansyah Putra, S.T. Saiful mengatakan Darmansyah menyatakan siap mundur dari bursa pencalonan apabila proses kongres terbukti mengabaikan mekanisme dan aturan resmi PSSI Pusat.

Menurut Saiful, sikap tersebut menunjukkan bahwa proses pemilihan kepengurusan PSSI Aceh semestinya mengutamakan kepatuhan terhadap aturan dan tata kelola organisasi.

Ia menambahkan, pembenahan sepak bola Aceh perlu dilakukan dengan mengedepankan integritas organisasi, transparansi, serta kepentingan klub dan pembinaan sepak bola secara berkelanjutan.(S04)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...