Redelong. RU – Upaya menekan biaya operasional ke kebun mendorong Oka Basuki, warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memodifikasi sepeda motor Honda Revo agar dapat menggunakan gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan bakar.
Oka yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan, penggunaan bensin selama ini cukup membebani pengeluaran.
Selain harga bensin eceran yang relatif mahal, ia juga kerap harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Motor hasil modifikasi tersebut kini digunakan untuk menunjang aktivitas Oka menuju perkebunan, termasuk perjalanan ke lahan di kawasan Berawang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
Menurut Oka, sebelum menggunakan gas elpiji, biaya bensin untuk perjalanan ke kebun bisa mencapai sekitar Rp 30.000 per hari.
“Kalau pakai bensin, sehari bisa menghabiskan sekitar Rp 30 ribu. Setelah menggunakan gas elpiji 3 kilogram, jauh lebih hemat. Kalau dipakai pergi ke kebun, satu tabung bisa bertahan sampai sekitar satu minggu baru habis,” ujar Oka Basuki kepada rahasiaumum.com, Selasa (22/09/2026).
Modifikasi kendaraan tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan dan pengalaman Oka selama beraktivitas di lapangan.
Selain untuk mengurangi pengeluaran, kendaraan itu diharapkan dapat mempermudah mobilitasnya menuju kebun yang berjarak cukup jauh.
Kendati demikian, penggunaan tabung gas elpiji sebagai bahan bakar kendaraan hasil modifikasi perlu memperhatikan aspek keselamatan.
Instalasi harus dipastikan aman untuk mencegah risiko kebocoran yang dapat membahayakan pengendara maupun lingkungan sekitar, serta tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Inovasi sederhana yang dilakukan Oka menjadi contoh upaya masyarakat memanfaatkan teknologi untuk mencari solusi atas tingginya biaya operasional dalam aktivitas sehari-hari.(BI09)













