Warga Lampuuk Titip Perjuangan Hutan Adat kepada Nezar Patria

Wamen Komdigi, Nezar Patria menerima dokumen terkait hutan adat dikawasan Lampuuk Aceh Besar yang diserahkan oleh Imum Mukim. Jumat 4 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Aceh Besar. RU – Upaya mengembalikan status hutan adat menjadi hutan lindung di Mukim Lampuuk, Aceh Besar, mendapat dukungan baru setelah Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria diangkat sebagai Wali Adat Masyarakat Mukim Lampuuk.

Pengangkatan yang disertai prosesi peusijuek itu berlangsung Jumat (04/09/2026) malam.

Masyarakat berharap Nezar dapat membantu memperjuangkan hak mereka atas kawasan hutan yang selama ini dikelola secara turun-temurun.

“Ini amanah yang paling berat bagi saya untuk menjaga dan sekaligus memperjuangkan kembali hak masyarakat,” ujar Nezar.

Ia berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat kementerian untuk mendorong peninjauan status kawasan dari hutan lindung menjadi hutan adat.

“Intinya hutan lindung yang diklaim oleh pemerintah kita minta agar dikembalikan kepada masyarakat sebagai hutan adat. Saya akan usahakan jumpa dengan Menhut atau siapapun yang lain untuk diselesaikan dengan cepat dan masyarakat dapat beraktifitas kembali mencari nafkah bagi keluarganya,” ungkap Nezar.

Penggagas kegiatan sekaligus pendiri Sekolah Adat Seri Musim, Zulfan, mengatakan kawasan gunung adat Mukim Lampuuk ditetapkan sebagai hutan lindung oleh Menteri Kehutanan pada 2013, dan masyarakat baru mengetahui penetapan tersebut pada 2015.

Padahal kawasan tersebut jauh sebelumnya sudah menjadi sumber mata pencaharian masyarakat yang dimanfaat sebagai lahan pertanian secara turun-temurun.

Menurut Zulfan, berbagai upaya advokasi telah ditempuh melalui DPRK, DPRA, Pemerintah Aceh, DPD RI, hingga DPR RI, tetapi belum membuahkan hasil.

Kondisi tersebut membuat ruang aktivitas masyarakat semakin terbatas dan berdampak terhadap perekonomian warga.

Nezar meminta doa masyarakat agar perjuangan tersebut berjalan lancar.

Ia mengatakan tidak ingin memberikan banyak janji, tetapi akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Diusahakan follow up-nya kenapa hal ini tidak selesai,” tegas Nezar.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...