Lhokseumawe. RU – Ketua PWI Lhokseumawe Sayuti Achmad mempertanyakan kehadiran sejumlah personel Koramil dalam pertandingan sepak bola di Kecamatan Tanah Luas yang berakhir ricuh.
Menurut Sayuti, berdasarkan penelusuran PWI, kehadiran personel Koramil disebut berkaitan dengan honorarium yang disediakan panitia.
Ia meminta hal tersebut dijelaskan secara terbuka.
“Kalau memang untuk pengamanan, apa kapasitas dan kepentingan militer dalam melakukan pengamanan pertandingan sepak bola? Ini harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan tafsir liar di tengah masyarakat,” katanya, Jumat (28/08/2026).
Sayuti juga membantah anggapan bahwa tindakan terhadap Haiqal merupakan bagian dari upaya melerai kericuhan.
Menurut dia, fakta di lapangan perlu diperiksa secara menyeluruh.
“Kami melihat ada miss komunikasi atau hubungan yang tidak sehat antara Koramil dengan anggota kami di lapangan. Kejadian ini harus diperiksa secara objektif,” ujarnya.
Ia meminta institusi TNI mengambil alih penanganan persoalan dari tingkat bawah agar pemeriksaan berjalan objektif dan tidak menimbulkan kesan membela anggota.(BI09)













