PWI Pertanyakan Kehadiran Personel Koramil di Pertandingan Sepak Bola

Ketua PWI Lhokseumawe, Sayuti. Jumat 28 Agustus 2026 [Dok. PWI Lhokseumawe/rahasiaumum.com]

Lhokseumawe. RU – Ketua PWI Lhokseumawe Sayuti Achmad mempertanyakan kehadiran sejumlah personel Koramil dalam pertandingan sepak bola di Kecamatan Tanah Luas yang berakhir ricuh.

Menurut Sayuti, berdasarkan penelusuran PWI, kehadiran personel Koramil disebut berkaitan dengan honorarium yang disediakan panitia.

Ia meminta hal tersebut dijelaskan secara terbuka.

“Kalau memang untuk pengamanan, apa kapasitas dan kepentingan militer dalam melakukan pengamanan pertandingan sepak bola? Ini harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan tafsir liar di tengah masyarakat,” katanya, Jumat (28/08/2026).

Sayuti juga membantah anggapan bahwa tindakan terhadap Haiqal merupakan bagian dari upaya melerai kericuhan.

Menurut dia, fakta di lapangan perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Kami melihat ada miss komunikasi atau hubungan yang tidak sehat antara Koramil dengan anggota kami di lapangan. Kejadian ini harus diperiksa secara objektif,” ujarnya.

Ia meminta institusi TNI mengambil alih penanganan persoalan dari tingkat bawah agar pemeriksaan berjalan objektif dan tidak menimbulkan kesan membela anggota.(BI09)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...