Akses Petani Terputus Dua Tahun, Jalan Kuta Tengah-Lawe Loning Diusulkan Diperbaiki 2027

Terlihat kondisi Jalan penghubung Desa Kuta Tengah dan Desa Lawe Loning, masih terputus serta menghambat petani dalam mengangkut hasil panen. Minggu 23 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Akses penghubung Desa Kuta Tengah dan Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, hingga kini belum dapat dilalui secara normal.

Jalan sepanjang sekitar 50 meter itu telah rusak dan terputus selama lebih dari dua tahun.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama petani yang mengandalkan jalur itu untuk mengangkut hasil panen menuju pusat Kota Kutacane.

Warga setempat, Iwan, mengatakan ruas tersebut menjadi akses penting bagi petani untuk membawa berbagai komoditas pertanian, mulai dari gabah, kakao, jagung hingga kelapa sawit.

“Jalan ini bukan sekadar penghubung antar-desa, tetapi menjadi akses utama petani untuk mengangkut hasil bumi. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya,” kata Iwan, Minggu (23/08/2026).

Menurut Iwan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif untuk menuju sejumlah wilayah karena akses utama tersebut tidak lagi dapat dilalui seperti sebelumnya.

Kepala Desa Kuta Tengah, Hendri Siringo-ringo, mengatakan kerusakan telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Kondisi itu menyulitkan masyarakat yang hendak menuju perkebunan maupun membawa hasil pertanian.

“Hampir dua tahun lebih jalan ini putus. Kami berharap segera diperbaiki karena jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, khususnya petani untuk membawa hasil bumi menuju perkotaan,” ujar Hendri.

Hendri meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memberi perhatian terhadap kondisi jalan tersebut.

Ia juga berharap pemerintah turun langsung ke lokasi untuk melihat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan.

Diusulkan Diperbaiki pada 2027

Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli, mengatakan pemerintah daerah telah merencanakan penanganan ruas Kuta Tengah-Lawe Loning.

Menurut dia, usulan perbaikan telah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas PUPR Aceh Tenggara untuk tahun anggaran 2027 melalui skema Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

“Jalan putus tersebut pengusulannya sudah kita masukkan ke dalam RKA Dinas PUPR Aceh Tenggara untuk tahun 2027 melalui skema DOKA,” kata Sadli.

Untuk sementara, Dinas PUPR memprioritaskan ruas lain yang dinilai lebih mendesak.

Penanganan dilakukan dengan sistem tambal sulam menyesuaikan ketersediaan anggaran.

“Saat ini kita sedang memperbaiki ruas jalan Rembung Teldak-Lawe Penanggalan, Kecamatan Darul Hasanah. Menurut penilaian, jalan tersebut urgen dan mendesak untuk diperbaiki dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Sadli.

Warga berharap rencana penanganan jalan Kuta Tengah-Lawe Loning tidak kembali tertunda. Bagi masyarakat, terutama petani, keberadaan akses tersebut berkaitan erat dengan kelancaran distribusi hasil panen sekaligus aktivitas ekonomi sehari-hari.(AFW11)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...