KNTI Aceh Desak Pemerintah Tangani Pendangkalan Muara

lhok-pawoh
Kondisi muara di Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya, yang mengalami pendangkalan. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota segera menangani pendangkalan kuala atau muara yang terjadi di hampir seluruh wilayah pesisir Aceh. 

Pendangkalan tersebut dinilai menghambat aktivitas nelayan tradisional saat keluar-masuk perahu menuju wilayah tangkap.

“Hampir semua kuala di Aceh mengalami persoalan yang sama, yaitu pendangkalan. Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi nyata, karena nelayan tradisional sangat bergantung pada akses kuala untuk melaut,” ujar Ketua KNTI Aceh, Azwar Anas dikutip Senin (03/08/2026.

Menurutnya, pendangkalan muara sungai tidak hanya menyulitkan nelayan saat hendak melaut, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan nelayan dan boat/perahu yang mereka gunakan, khususnya saat kondisi air surut dan gelombang tinggi.

“Perahu nelayan berisiko kandas atau terbalik ketika melintasi kuala yang semakin dangkal. KNTI Aceh berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota segera melakukan pendataan dan pemetaan terhadap kuala-kuala yang mengalami pendangkalan,” ujarnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...