Pemulihan Lahan Pertanian Aceh Dipacu, Ribuan Hektare Sawah Mulai Kembali Ditanami

Suasana tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi Aceh, beberapa yang lalu. Rabu 22 Juli 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

Hingga kini, sekitar 40.852 hektare sawah telah dan sedang dipulihkan, sementara dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian meningkat dari Rp380 miliar pada tahap pertama menjadi Rp515 miliar pada tahap kedua.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menilai kinerja Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh dalam mempercepat pemulihan lahan menunjukkan hasil positif.

Hal itu disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi.

Salah satu indikatornya ialah dimulainya kembali musim tanam di lahan yang telah direhabilitasi.

Gerakan tanam padi perdana pascabencana dilaksanakan di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 5 Juli 2026 dan diresmikan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun mewakili Gubernur.

Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada 24 April 2026 dengan dihadiri Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Dr. Dede Sulaiman, mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Program serupa juga telah dilaksanakan di Aceh Utara dan sejumlah kabupaten lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, melaporkan bencana hidrometeorologi berdampak pada 57.485 hektare sawah, terdiri atas 27.437 hektare rusak ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, serta 120 hektare sawah hilang.

Dari jumlah tersebut, rehabilitasi dan optimalisasi lahan telah menjangkau sekitar 40.852 hektare, sedangkan sekitar 16.633 hektare yang mengalami kerusakan berat dan sawah yang hilang masih memerlukan penanganan.

Nurlis mengatakan rehabilitasi sawah dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama Distanbun Aceh dan dinas pertanian kabupaten/kota di wilayah terdampak.

“Beliau juga mengapresiasi Plt. Kepala Distanbum Aceh beserta jajaran sampai kabupaten/kota yang terus bekerja secara maksimal,” kata Nurlis.

Menurut dia, Gubernur Mualem menginstruksikan Distanbun Aceh untuk terus mempercepat pemulihan demi meningkatkan kesejahteraan petani yang terdampak bencana.

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga diminta terus diperkuat.

“Baik itu dengan Kementan, Satgas PRR Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target.”

Gubernur berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya memulihkan lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di seluruh wilayah terdampak.

Berdasarkan data Distanbun Aceh, program optimasi lahan untuk sawah rusak ringan mencakup 27.071 hektare di 16 kabupaten/kota dengan progres fisik mencapai 22.126 hektare atau sekitar 56 persen.

Rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 13.781 hektare di 11 kabupaten telah mencapai sekitar 4.393 hektare atau 32 persen.

Di sektor irigasi, pembangunan 641 unit irigasi perpompaan telah terealisasi 456 unit dengan capaian keuangan sekitar 53,2 persen.

Pembangunan 149 unit irigasi perpipaan telah mencapai sekitar 50 persen, sedangkan 45 unit bangunan konservasi mencatat realisasi keuangan sekitar 36 persen.

Sementara itu, pembangunan jaringan irigasi tersier telah menyelesaikan sekitar 235 dari 300 unit atau sekitar 78 persen, sedangkan pembangunan 106 unit Jalan Usaha Tani masih berjalan dengan realisasi keuangan sekitar 31 persen.

Secara keseluruhan, realisasi keuangan program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana di Aceh telah mencapai 48,48 persen hingga 21 Juli 2026.(R10)

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...