Banda Aceh. RU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengungkapkan saat ini terdapat 93 titik panas (hotspot), sehingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Aceh.
Prakirawati BMKG SIM Aceh, Nabila, mengatakan peningkatan titik panas dipicu oleh kondisi cuaca panas yang terjadi hampir merata di wilayah Aceh selama musim kemarau.
Ia menyebutkan di Aceh Barat terdapat 27 titik panas, Aceh Selatan 16 titik panas, Nagan Raya 12 titik panas, Pidie sepuluh titik panas, Aceh Jaya 10 titik panas, Gayo Lues lima titik panas, Aceh Singkil lima titik panas, Aceh Singkil lima titik panas, Aceh Besar tiga titik panas, Bireuen tiga titik panas, Kota Lhokseumawe satu titik, Kota Subulussalam satu titik panas.
“Potensi peningkatan kejadian kebakaran lahan akibat kondisi panas yang terjadi cukup merata di wilayah Provinsi Aceh. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, menghindari pembakaran sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan,” kata Nabila, Selasa (21/07/2026).
Di sisi lain, Ia menyebut indeks sinar ultraviolet (UV) di sebagian besar wilayah Aceh berada pada kategori tinggi hingga ekstrem. Puncak paparan sinar UV diprakirakan terjadi sekitar pukul 11.30 hingga 13.30 WIB.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan perlindungan diri seperti topi, jaket, dan kacamata anti-UV, serta memperbanyak konsumsi air mineral untuk mencegah dehidrasi.(TH05)













