Kualasimpang. RU – Warga Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, memanfaatkan sebagian lahan bekas kebun kelapa sawit yang rusak akibat banjir bandang menjadi area tanam padi gogo.
Langkah itu dilakukan sembari menunggu pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Sebelumnya, banjir bandang pada akhir November 2025 menyebabkan sekitar 120 hektar kebun sawit milik warga tumbang, hanyut, dan mati sehingga tidak lagi produktif.
Datok Penghulu (Kepala Desa) Batu Bedulang, Sudarman, mengatakan sekitar 30 hektar dari total lahan yang terdampak kini ditanami padi gogo oleh pemiliknya.
“Dari hamparan lahan yang seluas 120 hektar ini sekarang menjadi lahan kosong, lalu oleh pemiliknya yang warga Desa Batu Bedulang, sekitar 30-an hektar ditanami padi Gogo,” ujar Sudarman kepada rahasiaumum.com, Selasa (21/07/2026).
Menurut dia, sebagian lahan tersebut telah diusulkan masuk dalam Program PSR.
Karena itu, warga berharap koperasi yang menangani program segera mempercepat proses pelaksanaannya.
“Sekarang banyak warga kami sudah tidak memiliki hasil bumi lagi setelah kebun sawitnya habis tumbang, hanyut dan mati akibat banjir bandang. Kasihan mereka, sudah tidak memiliki penghasilan untuk biaya hidup dan biaya sekolah anaknya,” ujar Sudarman.
Selain menunggu realisasi PSR, warga juga membutuhkan bantuan pupuk untuk tanaman padi gogo yang kini telah berusia sekitar dua bulan.
“Warga juga berharap perhatian dari pemerintah agar memberikan bantuan pupuk urea dan sejenisnya untuk tanaman padi mereka,” imbuhnya.
Camat Bandar Pusaka, Cakra Agie Winapati, membenarkan kebutuhan percepatan pelaksanaan PSR bagi warga yang terdampak banjir.
“Benar, mereka butuh percepatan kegiatan PSR. Untuk kami mendesak pihak koperasi terkait untuk segera diproses pekerjaannya,” kata Cakra.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Sonny Indra Saputra, mengatakan petani yang lahannya telah diusulkan ke Program PSR dapat berkoordinasi langsung dengan koperasi yang menangani usulan tersebut.
“Ditanyakan saja ke koperasi yang menangani lahan mereka, tanyakan saja kalau koperasi ada melaporkan apa tidak. Sebab data itu harusnya ada di koperasi,” ujarnya.
Sonny menjelaskan, setelah banjir bandang, tim dari Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melakukan identifikasi terhadap lahan PSR yang terdampak, termasuk di Kecamatan Bandar Pusaka.
Bagi petani yang lahannya belum diusulkan ke Program PSR, kata Sonny, masih tersedia skema non-PSR melalui koperasi.
“Kalau mereka mau non PSR bisa melalui sarfas (sarana dan prasarana) yang hanya dibantu bibit dan pupuk melalui koperasi pengusul. Tapi harus dilihat dulu, koperasinya koperatif atau tidak,” sarannya.(S04)













