Banda Aceh. RU – Seorang taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, bernama Mujibur Rahman, yang mengalami luka bakar parah akibat ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2, meninggal dunia pada Senin 6 Juli 2026, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA).
Hingga saat ini, tercatat sudah empat korban yang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Sebelumnya, tiga korban yang lebih dulu meninggal dalam insiden yang sama, yakni M Bilal Ramzi (19), Fakhri Herdieco (19), dan Muhammad Zulfikar (19). Ketiganya juga merupakan taruna Poltekpel Malahayati yang sedang menjalani praktek di KMP Aceh Hebat2.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 itu terjadi saat Kepala Kamar Mesin (KKM) membawa sejumlah taruna untuk pengenalan sistem kerja mesin kapal yang sedang bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat 12 Juni 2026 lalu.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati, Capt. Amfami, menjelaskan bahwa insiden tersebut bukan berasal dari ledakan mesin utama kapal, melainkan dari komponen pompa yang sedang dalam proses perawatan (maintenance).
“Ledakan itu bukan dari mesin utama, namun dari satu unit pompa yang sedang dalam perawatan,” kata Capt. Amfami.
Insiden itu kemudian melukai 15 dari total 16 orang yang berada di ruang mesin saat kejadian, termasuk instruktur dan taruna yang sedang menjalani praktik.
Saat ini, KMP Aceh Hebat2 sudah diizinkan berlayar, meski pihak berwenang menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan tersebut yang memakan korban jiwa itu.(TH05)













