Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan pertemuan membahas rencana pengoperasian layanan Long Distance Ferry (LDF) rute Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar-Jakarta.
Jalur penyeberangan langsung tersebut ditargetkan mampu memangkas waktu distribusi logistik dengan durasi pelayaran sekitar 3,5 hari.
Persiapan pengoperasian lintasan itu dibahas bersama sejumlah pelaku usaha di Kantor Dinas Perhubungan Aceh, pada Kamis 2 Juli 2026, untuk memetakan kebutuhan pasar sekaligus menyerap masukan terkait skema operasional layanan.
Group Head Bisnis Pelayanan Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rizky Dwianda, mengatakan layanan Long Distance Ferry dihadirkan sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien bagi distribusi barang dari dan ke Aceh.
“Untuk menghadirkan alternatif yang mampu menekan biaya logistik, perlu memetakan karakteristik barang, jenis komoditas, pola pengiriman hingga kebutuhan armada agar layanan yang disiapkan sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Terkait detail pengoperasian rute, Rizky menjelaskan bahwa pada tahap awal lintasan Malahayati-Jakarta yang memiliki jarak sekitar 1.200 mil laut akan dioperasikan kapal untuk dua kali perjalanan pulang-pergi setiap bulan.
Layanan tersebut menggunakan kapal roll on-roll off (Ro-Ro) yang memungkinkan truk dan kendaraan logistik masuk langsung ke dalam kapal tanpa perlu membongkar muatan. Selain mengangkut logistik dan kontainer, kapal juga akan melayani penumpang.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai distribusi yang lebih sederhana, mengurangi waktu pengiriman, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini masih bergantung pada jalur transit.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, berharap kehadiran lintasan ini mampu menekan biaya logistik sekaligus memperkuat konektivitas Aceh dengan Pulau Jawa.
Rencana pengoperasian lintasan tersebut pun mendapat respons positif dari kalangan pelaku usaha. Sejumlah perusahaan bahkan telah menyatakan kesiapan memanfaatkan layanan baru itu apabila resmi beroperasi.
PT Kelola Pangan Indonesia, misalnya, memproyeksikan pengiriman produk beku (frozen food) sebanyak 2.000 hingga 3.000 ton per tahun.
Sementara PT Yakin Pasifik Tuna melihat peluang pengiriman hasil perikanan Aceh menuju Jakarta mencapai sekitar 60 ton per minggu pada musim panen.
Selain itu, PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Aceh dan PT Mandiri Dunia Jaya Ekspedisi menilai kehadiran lintasan langsung Malahayati-Jakarta dapat memangkas biaya distribusi sekaligus mempercepat arus barang dari Pulau Jawa ke Aceh.
Masukan dari dunia usaha tersebut akan menjadi bahan pertimbangan ASDP dalam menyusun skema operasional, kapasitas angkut, dan jadwal pelayaran sebelum layanan Long Distance Ferry Malahayati-Jakarta resmi dioperasikan.(TH05)













