Banjir dan Longsor di Gayo Lues Lumpuhkan Jalur Blangkejeren–Kutacane

Galus Longsor
Longsor di Gayo Lues yang melumpuhkan jalur Blangkejeren-Kutacane, Selasa dini hari, (30/06/2026). [Foto: BPBA/Rahasiaumum.com]

Blangkejeren. RU – Banjir dan longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues pada Senin (29/06/2026), mengakibatkan permukiman warga terendam dan jalur Blangkejeran-Kutacane tertutup lumpur.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) setempat, banjir terparah melanda kawasan pemukiman warga di Kampung Badak, Kecamatan Dabun Gelang.

Sementara itu, material tanah longsor menutup akses jalan di Kampung Kuta Lintang, Kecamatan Blangkejeren, serta memutus beberapa titik di sepanjang Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane yang melintasi Desa Tetumpun, Desa Tangsaran, dan Desa Ramung Musara, di Kecamatan Putri Betung.

“Saat ini, petugas lintas instansi sudah diterjunkan ke lokasi guna melakukan penanganan darurat, pembersihan material lumpur, serta evakuasi warga di titik-titik terdampak,” kata Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, Haslinda Juwita, Selasa (30/06/2026).

Ia juga mengimbau warga untuk segera melapor kepada aparatur desa atau posko BPBD terdekat jika mendeteksi adanya pergerakan tanah atau retakan yang mengancam keselamatan.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...