Pemkab Aceh Besar akan Perbaiki Irigasi di Neuheun

Bupati Muharram Idris sat meninjau waduk dan kondisi lahan persawahan di kawasan Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya. Senin 22 Juni 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Akses ketahanan pangan di wilayah pesisir Aceh Besar menjadi fokus intervensi pemerintah daerah menyusul peninjauan Bupati Muharram Idris terhadap calon lokasi pasar rakyat dan infrastruktur irigasi di Neuheun.

Dari hasil peninjauan di Gampong Neuheun, Kecamatan Baitussalam, Senin (22/06/2026), ketersediaan air di waduk setempat dinilai cukup melimpah.

Namun, distribusi ke lahan persawahan belum berjalan optimal akibat kendala teknis pada pintu air yang posisinya lebih tinggi sehingga membutuhkan pompa untuk menyalurkan air.

“Tadi kita meninjau waduk. Sumber airnya sangat bagus, namun pintu airnya sedikit bermasalah karena posisinya lebih tinggi sehingga membutuhkan pompa untuk bisa mengalirkan air ke area persawahan,” jelas Muharram Idris.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menargetkan peningkatan produktivitas pertanian hingga dua kali panen dalam setahun melalui perbaikan sistem irigasi yang ada.

Saat ini terdapat sekitar 42 hektare lahan tadah hujan serta 12 hektare lahan di dataran lebih tinggi yang masih bergantung pada curah hujan.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Pemkab Aceh Besar berencana mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang sulit terjangkau jaringan irigasi utama.

“Ada lahan tadah hujan sekitar 42 hektare dan ada juga lahan yang lebih tinggi sekitar 12 hektare yang masih mengandalkan air hujan. Mudah-mudahan nanti kita bisa mengusulkan sumur bor agar air dapat mengalir ke lahan tersebut dan bisa terealisasi tahun ini,” harapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar, Syahrial Amanullah, menyebut sekitar 12–13 hektare lahan menjadi prioritas untuk suplai air tambahan dari embung.

Solusi yang disiapkan berupa satu unit sumur bor yang diperkirakan mampu mengairi hingga 15 hektare lahan pertanian.

Bupati juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah agar manfaatnya berkelanjutan.

“Saya berharap kelompok tani dan masyarakat petani proaktif. Ketika ada saluran yang tersumbat, segera dibersihkan dan jangan dibiarkan. Pemerintah sudah membangun, maka masyarakat juga harus menjaga agar pemanfaatannya berkelanjutan dan tetap terpelihara dengan baik,” tegasnya.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...