Labfor Polri Bawa Sampel dari Fakultas Pertanian USK untuk Analisis Forensik

Tampak anggota Labfor Polri saat melakukan penyelidikan di lokasi pembakaran Fakultas Pertanian USK. Kamis 4 Juni 2026 [Dok. Polresta Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pengrusakan dan kebakaran di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.

Di antara temuan itu terdapat botol terbakar yang tercium beraroma hidrokarbon, selain batu, kayu, dan gir sepeda motor yang kini dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.

Barang bukti tersebut ditemukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh saat olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berlangsung selama dua hari.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, sejumlah barang bukti telah diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.

“Beberapa barang bukti telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut,” kata Dizha, Kamis (04/06/2026) malam.

Selain mengumpulkan barang bukti, tim juga menemukan kerusakan pada pintu, kusen, jendela, serta sejumlah fasilitas di dalam gedung yang diduga akibat pendobrakan, pencongkelan, pelemparan, hingga pembakaran.

Pada pemeriksaan di Gedung B, tim menemukan botol terbakar beraroma hidrokarbon bersama batu, kayu, dan gir kendaraan yang diduga berkaitan dengan kebakaran maupun aksi pengrusakan.

Sementara di sejumlah gedung lain ditemukan pintu rusak dan kaca jendela pecah.

“Kegiatan olah TKP dilakukan selama dua hari dan turut didampingi oleh pihak Fakultas Pertanian USK,” ujar Dizha.

Menurut dia, hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk melengkapi penyidikan dan mengungkap penyebab pasti kebakaran serta pengrusakan yang terjadi.

“Nantinya hasil pemeriksaan laboratorium akan kami terima dan menjadi dasar untuk melengkapi penyidikan. Ini penting agar penanganan kasus berjalan berdasarkan bukti ilmiah,” pungkasnya.(R015)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...