KTNA Subulussalam Dipastikan Gagal Ikuti Penas KTNA di Gorontalo

Logo Penas KTNA XVII Gorontalo 2026. Rabu 3 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/MB017]

Subulussalam. RU – Kontingen petani dan pekebun binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Subulussalam hampir dipastikan tidak mengikuti Pekan Nasional (Penas) KTNA XVII di Gorontalo yang dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026.

Penyebabnya, anggaran untuk kegiatan tersebut tidak tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (Tanbunkan) Kota Subulussalam.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanbunkan Kota Subulussalam, Herwinsyah Putra, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (03/06/2026).

“Tidak masuk DPA sehingga hampir dipastikan KTNA Subulussalam tidak ikut dalam Penas 2026,” kata Herwinsyah.

Menurut dia, ketiadaan alokasi anggaran membuat pemerintah daerah kesulitan memfasilitasi keberangkatan peserta ke ajang nasional yang menjadi wadah pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tersebut.

Sebelumnya, Ketua KTNA Kota Subulussalam Abdul Hamid Padang atau Haji Joka menyebut pihaknya telah menerima surat dari Ketua Umum KTNA Pusat Sofyan Noor dan Sekretaris Jenderal Kusyanto tertanggal 10 Februari 2026 yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Indonesia terkait permohonan fasilitasi peserta Penas XVII.

Haji Joka mengatakan, sejak organisasi itu berdiri, KTNA Subulussalam tidak pernah absen mengikuti Penas, termasuk pada penyelenggaraan ke-16 di Padang, Sumatera Barat, tahun 2023.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting bagi pelaku sektor pertanian dan perikanan karena menjadi ruang bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta mengenal berbagai inovasi terbaru.

“Penas KTNA menjadi ajang pertemuan petani, nelayan dan peternak dari seluruh Indonesia, saling bertukar informasi, teknologi dan meningkatkan kreativitas di sektor pertanian,” ujar Haji Joka.

Penas KTNA XVII dijadwalkan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran teknologi, promosi produk unggulan, diskusi kelompok, rembug tani, hingga pertemuan antara petani, nelayan, penyuluh, peneliti, pemerintah, dan pelaku usaha.

Namun hingga awal Juni ini, peluang keikutsertaan kontingen Subulussalam dinilai semakin kecil akibat belum tersedianya dukungan anggaran.(MB017)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...