Meulaboh.RU – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyebut salah satu penyebab buruknya manajemen RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh selama ini diduga akibat ulah oknum Dewan Pengawas (Dewas) rumah sakit pada periode 2021–2022.
Pernyataan tersebut disampaikan Tarmizi melalui akun Facebook pribadinya, Tarmizi Atjeh.
Dalam unggahannya, Tarmizi menjelaskan bahwa salah satu penyebab kacaunya manajemen rumah sakit tersebut adalah ulah oknum Dewas yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan, namun justru diduga ikut memperburuk kondisi internal rumah sakit.
“Sampai Dewas pun ikut menjadi bagian yang mengacaukan manajemen, padahal fungsi Dewas adalah mengawasi supaya tetap on the right track. Hasil audit Inspektorat, salah seorang oknum Dewas periode 2021–2022 telah mengambil uang RS dan tidak mau mengembalikan,” lanjutnya.
Tarmizi juga mengungkapkan dugaan lain terhadap oknum Dewas tersebut. Ia menyebut yang bersangkutan diduga menjadi calo dalam perekrutan tenaga kontrak di rumah sakit dan melakukan pungutan liar.
“Kemudian dia juga memasukkan istrinya sebagai tenaga kontrak di RS. Ada info juga dia menjadi calo untuk tenaga-tenaga kontrak dan kemudian melakukan pungli,” tulisnya.(TH05)














