Aceh Besar. RU – Palang Merah Indonesia (PMI) diminta kembali menguatkan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di Aceh.
Penegasan itu disampaikan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, saat membuka Musyawarah Kerja PMI Aceh Tahun 2026 di Hotel Hijrah, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (11/05/2026).
Muharram menilai PMI memiliki sejarah panjang dalam penanganan bencana, pelayanan donor darah, dan berbagai aksi sosial sejak awal kemerdekaan Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Musyawarah Kerja PMI Aceh Tahun 2026. PMI adalah organisasi yang lahir dari semangat kemanusiaan,” ujarnya.
Ia berharap PMI dapat kembali menjadi organisasi utama yang diingat masyarakat dalam urusan kemanusiaan, meski kini banyak lembaga lain turut bergerak di bidang serupa.
“Kita berharap PMI kembali berjaya. Dulu, ketika berbicara kemanusiaan, yang terlintas hanya PMI. Sekarang banyak lembaga lain, tapi PMI harus tetap menjadi yang terdepan,” tegasnya.
Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam merespons bencana.
“PMI harus selalu siap hadir paling cepat saat bencana dan menjadi yang terakhir meninggalkan lokasi. Itu komitmen kita dalam melayani kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui netralitas organisasi.
“PMI harus tetap menjadi organisasi yang dipercaya masyarakat. Netralitas adalah kekuatan utama kita dalam menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya.
Ketua Panitia, Teuku Ibrahim, menyampaikan kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.(*)














