Polresta Banda Aceh Tegas Berantas Premanisme dan Geng Motor

Aparat Polres Banda Aceh dan warga saat memasang spanduk peringatan terhadap aksi premanisme dan geng motor. Rabu 1 April 2026. [Foto Dok : Polresta Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Polresta Banda Aceh menegaskan akan menindak tegas terhadap premanisme dan geng motor demi menjaga ketertiban dan kenyamanan warga.

“Negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme. Kepolisian tidak akan mentolerir tindakan yang mengancam stabilitas keamanan,” ujar Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar, Rabu (01/04/2026).

Ia menambahkan, segala pemerasan maupun intimidasi, termasuk penggunaan senjata tajam untuk menekan masyarakat, merupakan kejahatan serius dan melawan hukum.

“Penggunaan senjata tajam untuk menekan warga adalah bentuk kejahatan serius,” tegas Erfan.

Kepolisian mengimbau masyarakat tidak takut melapor bila menjadi korban.

“Percayakan penyelesaian sengketa melalui jalur hukum dan laporkan semua bentuk premanisme ke kepolisian terdekat,” ujarnya.

Setiap pelaku pemerasan dengan ancaman kekerasan dapat dijerat Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun.

Polresta Banda Aceh telah membuktikan komitmen tersebut dengan menindak tegas para pelaku premanisme.(R015)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...