Korban Bencana di Pidie Jaya Minta Direlokasi ke Hunian Layak

Pengungsi Pidie Jaya
Ilustrasi - Tiga ribu lebih korban banjir bandang di Pidie Jaya saat ini masih menunggu pembangunan hunian tetap. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meureudu. RU – Korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya yang selama ini tinggal di barak dan tenda pengungsian berharap segera direlokasi ke hunian lebih layak.

“Saya berharap segera direlokasi ke hunian lebih layak, apakah itu hunian sementara maupun hunian tetap. Kami sudah tiga bulan di pengungsian,” kata Rizwan, korban bencana banjir bandang di Pidie Jaya, dikutip Minggu (01/03/2026).

Saat ini, Rizwan tinggal di barak pengungsian bersama ratusan penyintas bencana lainnya yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di halaman masjid Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Ia mengaku tidak dapat pulang karena rumah yang ditempati sebelumnya banjir bandang akibat meluapnya Krueng Meureudu pada akhir November 2025 dalam kondisi rumah rusak berat dan masih tertimbun lumpur setinggi tiga meter.

“Saat ini, saya bersama keluarga tinggal di barak yang saya bangun di samping masjid. Saya bersama pengungsi lainnya berharap segera direlokasi ke tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.

Ia menyebutkan hunian sementara yang dibangun tidak jauh dari masjid tersebut sebagian sudah selesai dan siap ditempati, namun penempatan hunian masih menunggu keputusan pemerintah daerah.

“Pengungsi di sini masih menunggu kapan direlokasi ke hunian sementara. Kami berharap sebelum hari raya Idul Fitri bisa dipindahkan dari tenda dan barak ke huntara tersebut,” katanya.

Sementara itu, Keuchik (kepala desa) Meunasah Raya Abdul Halim Ishak mengatakan ada sebanyak 95 unit hunian sementara (huntara) dibangun di desa tersebut, dan hingga kini rata-rata progres pembangunan sudah mencapai 75 persen.

“Kami berharap huntara bisa secepatnya selesai agar pengungsi di desa ini mendapat hunian lebih layak. Saat ini, warga yang mengungsi mencapai 500-an jiwa,” katanya.

Selain mengungsi di tenda dan barak pengungsian, banyak warga Gampong Meunasah Raya tinggal menumpang di rumah saudara dan kerabat, sebab rumah mereka hingga kini belum dapat ditempati karena masih tertimbun lumpur.

“Warga dari tiga dusun di desa ini belum dapat pulang karena rumah mereka rusak berat dan tertimbun lumpur. Selain itu, fasilitas air bersih dan listrik juga belum ada di tiga dusun tersebut,” kata Abdul Halim Ishak.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...