Dana Rp298 Miliar untuk Rumah Rusak di Aceh Timur Siap Disalurkan

Rumah korban banjir bandang
Ilustrasi - Rumah rusak akibat banjir bandang. (Foto : MNC Media)

Idi. RU – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan dana Rp298 miliar untuk rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu siap disalurkan kepada penerima.

“Kami memastikan dana sebesar Rp298 miliar untuk rumah rusak akibat banjir telah tersedia di rekening penyalur melalui Bank Syariah Indonesia,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky dikutip Sabtu (28/02/2026).

Ia menekankan, percepatan dan ketertiban pencairan harus menjadi prioritas agar masyarakat bisa segera memperbaiki tempat tinggal mereka.

Berdasarkan data pemerintah daerah, kata dia, pada tahap awal lebih dari 8.000 unit rumah terdampak diusulkan untuk diverifikas, namun sekitar 3.500 unit dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). 

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tetap membuka ruang pengaduan dan pendataan ulang bagi warga yang merasa belum terakomodir.

Bupati menjelaskan penilaian kerusakan rumah akibat banjir mengacu pada pedoman terbaru mempertimbangkan ketinggian lumpur.

Rumah dengan lumpur setinggi 20 hingga 50 centimeter masuk kategori rusak ringan dan berhak atas stimulus Rp15 juta.

“Sedangkan rumah tertimbun lumpur dengan ketinggian berkisar 50 hingga 70 centimeter masuk kategori rusak sedang dengan stimulus Rp30 juta,” katanya.

Ia juga menginstruksikan camat dan keuchik atau kepala desa agar menempelkan daftar calon penerima bantuan sebagai bentuk uji publik, sekaligus menyediakan formulir pengaduan bagi warga yang belum terdata.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan tepat sasaran, sehingga ribuan keluarga terdampak segera kembali menempati tempat tinggal layak huni,” ujarnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...