BPBD: Pengungsi di Bireuen Tersisa 359 Keluarga

Pengungsi Bireuen
Korban bencana banjir bandang di Peusangan Siblah Krueng, Bireuen menempati tenda pengungsian. (Foto: Tribunnews.com)

Bireuen. RU – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, mengaku saat ini tersisa 359 keluarga yang masih tinggal di pengungsian.

Jumlah tersebut tersebar di 28 desa di tujuh kecamatan lingkungan Kabupaten Bireuen.

Menurut Doli, para korban banjir bandang ini secara berangsur meninggalkan pengungsian karena telah memiliki tempat tinggal sementara seperti rumah kontrakan maupun hunian pinjaman dari kerabat.

“Ada yang sudah mengontrak rumah, ada yang diberikan tinggal sementara waktu di rumah keluarga, dan ada yang mendapatkan pinjaman hunian dari tetangga,” kata Doli Mardian dikutip Minggu (08/02/2026).

Sementara itu, jumlah penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) di Kabupaten Bireuen hanya 736 kepala keluarga.

Dana itu ditransfer secara berangsur-angsur oleh bank himbara kepada korban bencana.

Ia juga menerangkan, meski diperuntukkan untuk anggaran sewa hunian, banyak korban yang menggunakan DTH untuk tambahan anggaran membeli tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan hunian tetap yang akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...