Aceh Besar Tegaskan Syarat Aparatur Gampong Mengacu Regulasi

Kepala DPMG Aceh Besar, Carbaini. Minggu 18 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/*]

Aceh Besar. RU – Polemik mengenai persyaratan pengangkatan aparatur gampong di Kabupaten Aceh Besar diminta segera dihentikan karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan konflik horizontal di masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini, menegaskan pengangkatan aparatur gampong wajib berpedoman pada regulasi yang berlaku, bukan berdasarkan tafsir masing-masing pihak.

“Tentang persyaratan pengangkatan aparatur gampong, sebenarnya sudah sering kami sosialisasikan. Saya berharap pihak kecamatan hendaknya lebih memperkuat dan menyebarluaskan informasi tersebut ke masyarakat, khususnya para keuchik,” ujar Carbaini, Minggu (18/01/2026).

Ia menekankan bahwa proses tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang diperkuat Qanun Aceh Besar Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemerintahan Gampong.

“Jadi untuk pengangkatan aparatur gampong tetap harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 50 serta Qanun Aceh Besar Nomor 2 Tahun 2020 Pasal 33,” tegasnya.

Carbaini menjelaskan, calon aparatur gampong harus berusia 20–42 tahun, berpendidikan minimal SMA atau sederajat, serta berdomisili di gampong setempat sekurang-kurangnya satu tahun.

Nama calon selanjutnya diusulkan keuchik untuk direkomendasikan sesuai mekanisme sebelum ditetapkan melalui surat keputusan.

Sekretaris Kecamatan Darul Imarah, Hasrul Fuadi, menyatakan pihak kecamatan berkomitmen mengawal penjaringan aparatur gampong agar tetap sesuai ketentuan.

“Kami tetap berpatokan pada persyaratan yang ada dalam peraturan yang berlaku,” kata Hasrul.

Sementara itu, warga Darul Imarah, Mawardi, berharap perdebatan tersebut segera berakhir agar pemerintahan gampong dapat berjalan optimal dan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...