Tanggul di Lhoksukon Jebol, 241 Rumah Terendam

banjir-AcUt
Banjir yang melanda Aceh Utara sejak Rabu (07/01/2026) meluas hingga ke 14 wilayah kecamatan. (Foto: cdn.medcom.id)

Lhoksukon. RU – Debit air sungai yang terus bertambah sejak hujan deras mengguyur kawasan mengakibatkan empat tanggul di Aceh Utara jebol sejak Rabu, 26 November 2025.

Banjir yang melanda Aceh Utara dalam lima hari terakhir pun meluas hingga ke 14 wilayah kecamatan.

“Jumlah korban terdampak banjir berdasarkan data sementara sebanyak 4.583 jiwa dari 2.713 kepala keluarga. Sedangkan pengungsi 3.472 jiwa dari 984 kepala keluarga,” kata Plt Sekda Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin dikutip Jumat (09/01/2026).

Adapun 14 kecamatan terendam banjir yakni Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Muara Batu, Langkahan, Syamtalira Aron, Samudera, Baktiya Barat, Lapang, Dewantara, Matangkuli, Banda Baro, Lhoksukon dan Pirak Timur.

Jamaluddin mengatakan empat tanggul yang jebol berada di Kecamatan Lhoksukon, tepatnya di Gampong Kumbang Kilometer 7 dan Gampong Krueng Kilometer 5 yakni tanggul Krueng Peuto.

Kemudian Tanggul Krueng Pase di Teupin Jok Kecamatan Nibong, dan tanggul sungai di Gampong Meucat, Kecamatan Samudera.

Tiga unit rumah rusak berat akibat banjir, sementara 17 unit rusak sedang dan enam lainnya rusak ringan. Data tersebut masih bersifat sementara. 

Hingga saat ini, terdapat sembilan titik lokasi pengungsian korban banjir di Aceh Utara. 

“Kondisi banjir Aceh Utara sampai hari ini makin meluas karena curah hujan pun masih tinggi. Dari 14 kecamatan terendam paling parah di Kecamatan Seunuddon dan Baktiya dengan ketinggian air berkisar 30 sampai 80 sentimeter,” ujar Jamaluddin, seraya mengimbau warga Aceh Utara agar selalu siaga penuh.

Keuchik Minta Pemerintah Sigap Tangani Tanggul yang Jebol

Sementara, Keuchik Gampong Kumbang LT, Zulkhairi, mengatakan lima titik tanggul Krueng Peuto jebol disebabkan tingginya debit air sungai lantaran hujan lebat terus mengguyur kabupaten itu sejak beberapa hari terakhir.

“Terdapat lima titik tanggul Krueng Peuto yang jebol. Sehingga berdampak pada tujuh gampong yakni Buket Me, Alue Meuria, Alu Mpok, Lhok Meureubo, Dayah, Krueng, dan Kumbang LT,” katanya, Jumat (09/01/2026).

Selaku keuchik gampong, Zulkhairi berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol dengan lebih sigap, lantaran kenaikan debit air berlangsung cepat hingga membanjiri pemukiman warga.

“Kami bukan butuh mie instan, yang dibutuhkan aksi cepat pemerintah memperbaiki tanggul yang jebol,” tuturnya.

Saat ini, di Gampong Kumbang LT, sebanyak 241 rumah yang dihuni 900 jiwa atau 251 kepala keluarga, seluruhya kini terendam banjir luapan akibat tanggul jebol yang terus meluas.

“Masyarakat kini mulai mengantisipasi dengan mencari tempat yang aman untuk mengungsi, lantaran jika curah hujan semakin tinggi, maka air meluap ke pemukiman warga kian parah. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mencari tempat aman,” katanya.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...