Aceh Berpotensi Jadi Keuangan Filantropi Islam

Imsak R
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan menyatakan Aceh memiliki potensi besar untuk menjadikan keuangan filantropi Islam, khususnya wakaf, sebagai instrumen pertumbuhan baru yang tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan pemerataan kesejahteraan.

“Praktik filantropi Islam yang telah mengakar di Aceh dapat berperan sebagai motor pembangunan berbasis masyarakat,” katanya dikutip Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan lewat diskusi lintas perspektif, dari outlook ekonomi, refleksi nilai dan sejarah ekonomi Islam, diplomasi ekonomi dan peran diaspora, hingga praktik pengelolaan wakaf produktif akan merumuskan strategi pembangunan Aceh yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

“Tujuan dari penyelenggaraan Aceh Sharia Economic & Investment Outlook 2026 ini untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi ekonomi Aceh terkini serta proyeksi pertumbuhannya di akhir tahun 2025 dan 2026,” katanya.

Menurut dia dengan kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, diaspora, dan masyarakat akan memperkuat daya saing serta ketahanan ekonomi Aceh dan menggali inspirasi dari nilai-nilai ekonomi Islam sebagai fondasi etis dan sosial dalam pembangunan Aceh yang berkeadilan dan inklusif.

Menurut dia lewat pertemuan tersebut juga akan meneguhkan posisi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan nilai Islam dan kesejahteraan masyarakat.

“BSI hadir sebagai bank syariah kebanggaan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Keberadaan BSI juga menjadi cermin wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam,” katanya.

Ia menyebutkan aset BSI Regional Aceh posisi Oktober 2025 tercatat sebesar Rp24,7 triliun dengan jumlah DPK Rp19,2 triliun dan pembiayaan Rp23,6 triliun.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...