Ustadz Derry Sulaiman: Setiap Profesi Adalah Jalan Dakwah

Ustadz Derry Sulaiman saat menyampaikan ceramah Maulid Raya Pemerintah Kota Banda Aceh, di Lapangan Blang Padang. Senin 24 November 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Banda Aceh. RU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di Lapangan Blang Padang, Senin (24/11/2025), berlangsung meriah dan khidmat.

Acara inti diisi ceramah Ustaz Derry Sulaiman, dai sekaligus seniman yang menekankan bahwa puncak cinta kepada Allah SWT diwujudkan dengan mencintai serta mengikuti Rasulullah SAW.

Ia menyampaikan keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW, yang menurutnya begitu mulia hingga Allah SWT membanggakannya di hadapan para nabi terdahulu.

“Saking hebatnya umat Nabi Muhammad, para nabi pun ingin seperti kita. Kita datang belakangan, tapi dijanjikan masuk surga lebih awal,” ujarnya.

Ustaz Derry juga menegaskan ciri umat ini yang bersyukur saat diberi nikmat dan tetap sabar ketika diuji.

Ia mengingatkan pentingnya mengasah kelembutan hati serta ilmu agama.

“Allah SWT menciptakan umat yang tidak ingin umatnya lama-lama tinggal di dunia (karena sudah disiapkan surga). Kecintaan Allah kepada kita sangat besar,” katanya.

Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah menghidupkan sunnah dan memperkuat iman. Setiap profesi, menurutnya, dapat menjadi sarana dakwah.

“Pendakwah bukanlah sebuah profesi, tapi apa pun profesi kita, wajib untuk berdakwah. Para pejabat berdakwah dengan tanda tangannya untuk memberantas tempat maksiat. Seniman berdakwah dengan karya-karya,” ucapnya.

Sebagai seniman, ia turut menceritakan proses pengerjaan lukisan 30 juz Al-Qur’an di atas kanvas.

Karya tersebut disebutnya sebagai yang pertama di dunia, dengan 20 juz telah rampung.

Menutup ceramah, Ustaz Deri Guswan Pramona berharap umat Islam terus meningkatkan iman.

Syair-syair karyanya kini dihadirkan untuk mengingatkan bahwa “Dunia sementara, akhirat selamanya, agar manusia tidak terbuai oleh gemerlap dunia”.(TA019)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...