Motif Dendam, Santri Bakar Asrama Dayah Babul Maghfirah

Kapolresta Kombes Pol Joko Heri Purwono, pimpin konferensi pers terkait pembakaran asrama putra Dayah Babul Maghfirah, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, di Meuligoe Rastra Sewakottama. Kamis November 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/R015]

Banda Aceh. RU – Polisi menetapkan seorang santri di bawah umur sebagai pelaku pembakaran asrama putra Pondok Pesantren (Dayah) Babul Maghfirah pimpinan Tgk. Masrul Aidi di Gampong Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025 dini hari lalu tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp2 miliar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, dalam konferensi pers di Meuligoe Rastra Sewakottama, Kamis (06/11/2025), mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan terhadap sepuluh saksi, terdiri atas tiga pengasuh, lima santri, satu penjaga dayah, dan orang tua pelaku.

“Berdasarkan olah tempat kejadian perkara serta rekaman CCTV, penyidik menemukan bukti yang mengarah pada pelaku,” ujar Kombes Joko.

Menurutnya, pelaku membakar gedung asrama menggunakan korek mancis di lantai dua bangunan kosong. Api cepat membesar karena struktur bangunan terbuat dari kayu dan tripleks, lalu menjalar ke kantin dan rumah pembina yayasan.

“Pelaku mengaku nekat membakar karena sering mendapat perlakuan perundungan dari teman-temannya di dayah,” tutur Joko.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 187 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Namun karena masih di bawah umur, proses hukum dilakukan sesuai Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Selama penyidikan, pelaku ditahan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh,” pungkas Kombes Joko Heri Purwono.(R015)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...