DPR Segera Panggil Kepala BGN Terkait Insiden Keracunan MBG

Keracunan MBG
Sejumlah siswa yang mengalami keracunan MBG saat dirawat di GOR Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Rabu (24/09/2025). (Foto: Tribun Jabar)

Jakarta. RU – Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) diminta menjelaskan secara gamblang insiden siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan wakil rakyat. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada Kamis, 25 September 2025. 

“Tentunya komisi teknis, terkait di DPR mungkin akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu (pemanggilan Kepala BGN),” kata Dasco.

Dasco mengatakan bahwa pemanggilan pimpinan BGN penting dilakukan untuk mengevaluasi kerja-kerja di lapangan termasuk insiden siswa keracunan. 

“Untuk perbaikan dan evaluasi dari MBG ini supaya kemudian tertata dengan rapi dan tidak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Sementara itu, jumlah korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus bertambah.

Dari data yang dirangkum Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat hingga Kamis 25 September 2025, total korban keracunan mencapai 1.333 orang yang terakumulasi dari tiga kejadian, dua kejadian di Cipongkor dan satu kejadian di Cihampelas.

Kasus pertama berasal dari klaster SPPG Cipari yang terjadi pada Senin dan Selasa, 22-23 September 2025 dengan total 393 korban.

Kasus berikutnya, di Cihampelas terdapat 192 orang, terdiri dari 176 siswa SMKN 1 Cihampelas, tujuh siswa MA Al Mukhtariyah, delapan siswa MTs Al Mukhtariyah, dan seorang siswa SDN 1 Cihampelas.

Sementara itu, kasus bertambah dari dapur yang berbeda, 201 korban lainnya berasal dari klaster SPPG di Desa Neglasari, Citalem, dan Cijambu, Kecamatan Cipongkor.

Namun, sehari berselang, kasus serupa kembali terjadi dengan jumlah korban yang lebih besar.

Hingga Kamis (25/9/2025), tercatat 730 orang mengalami keracunan dari menu MBG yang berbeda dari kasus pertama.

Sebagian besar korban merupakan pelajar dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Mereka mengalami gejala mual, pusing, hingga sesak napas setelah menyantap makanan MBG.

Pantauan di Posko Kecamatan Cipongkor, sejumlah korban masih mendapat perawatan medis. Petugas kesehatan menyebut sebagian besar pasien mengeluhkan mual, pusing, hingga sesak napas.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menanggapi soal terjadinya keracunan massal pada siswa di Bandung Barat, Jawa Barat akibat mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG). Banyaknya jumlah kasus keracunanMBG ini pun sampai membuat Pemkab Bandung Barat menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...