Pria Asal Aceh Tenggara Ditemukan dalam Kondisi Bingung di Yogyakarta

Avatar photo
Brosur pemberitahuan perihal Warga Aceh Tenggara yang ditemukan kebingungan, dan disebar oleh Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Tenggara (Ikamara) Yogyakarta. Selasa, 22 Juli 2025. [Foto Dok. rahasiaumum.com/wartawan Aceh Tenggara]
  • Keluarga Kesulitan Biaya Pemulangan

Kutacane. RU – Seorang pria asal Kabupaten Aceh Tenggara ditemukan dalam kondisi kebingungan di Kota Yogyakarta, Sabtu, 20 Juli 2025.

Pria bernama Fazal Rahman (38), warga Dusun Beriring Naru, Desa Beriring Naru, Kecamatan Deleng Pokhisen.

Fazal Rahman diketahui tidak memiliki tujuan maupun tempat tinggal yang jelas di kota tersebut.

Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menemukan Fazal dalam keadaan linglung. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati kartu tanda penduduk (KTP) yang menunjukkan bahwa Fazal berasal dari Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Setelah mengidentifikasi yang bersangkutan, polisi berkoordinasi dengan Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Tenggara (Ikamara) Yogyakarta.

Setelah melakukan komunikasi, organisasi ini membantu proses verifikasi identitas serta mendampingi Fazal selama proses penanganan berlangsung.

Ketua Alumni Ikamara Jogja, Idhamni, membenarkan bahwa Fazal merupakan warga Aceh Tenggara.

Ia mengatakan, Fazal datang ke Yogyakarta tanpa tujuan jelas dan mengalami gangguan kesehatan serta juga tidak memiliki sanak saudara di wilayah tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bisa ikut membantu menangani warga asal daerah yang mengalami kondisi seperti ini. Selain memiliki masalah kesehatan, yang bersangkutan juga tidak memiliki biaya untuk pulang,” ujar Idhamni, kepada rahasiaumum.com, Selasa (22/07/2025) malam.

Idhamni juga menyebut bahwa keluarga Fazal berasal dari kalangan ekonomi tidak mampu.

Untuk membantu proses pemulangan, ia berharap ada bantuan dari pihak pemerintah, khususnya melalui Dinas Sosial Kota Jogja.

Pada saat rahasiaumum.com bersama Ikamara mengunjungi rumah keluarga Fazal di Aceh Tenggara menemui ibunda Fazal, Samiyah.

Ia menyampaikan bahwa keluarganya tidak memiliki kemampuan finansial untuk menjemput ataupun membiayai kepulangan anaknya.

“Kami makan saja susah, bagaimana mau pulangkan anak kami. Saya dan keluarga hanya bisa berharap ada yang membantu,” kata Samiyah dengan suara lirih.

Hingga saat ini, Ikamara dan pihak terkait masih berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk membantu penanganan Fazal, termasuk kepulangannya ke Aceh Tenggara.

Ketua Ikamara Yogyakarta, Donny Pratama Putra juga melanjutkan, semoga Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry bisa membantu Fazal pulang ke Aceh Tenggara.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...