PT Duta Mas Indah Abaikan Bayar Tanaman Mati Terdampak Proyek Jembatan Krueng Tamiang

PT Duta Mas Indah Abaikan Bayar Tanaman Mati Terdampak Proyek Jembatan Krueng Tamiang

Kualasimpang. RU – PT Duta Mas Indah, selaku pelaksana kerja pembangunan jembatan Krueng Tamiang (jembatan Kualasimpang) Kabupaten Aceh Tamiang, diduga abai terhadap tanggungjawabnya untuk mengganti kerugian bagi warga terdampak proyek tersebut.

Padahal, Is alias pak Geuchik yang disebut-sebut sebagai kontraktor beserta Sujatmiko Nurhadi alias Koko [Bagian quality pada proyek] telah berjanji akan membayar tanaman kebun milik warga yang mati terimbas dari kegiatan proyek, namun tak kunjung dilakukan.

Sementara itu, Anwar selaku pemilik belasan batang pohon kelapa sawit, belasan pohon kakao (cokelat) dan pohon pinang yang mati masih terus menantikan janji yang tak berujung dari kontraktor.

“Sampai detik ini tidak ada tanda-tanda upaya menyelesaikan pembayaran ganti rugi tanaman saya yang mati,” ujar Anwar.

Kepada rahasiaumum.com Anwar menceritakan bahwa kontraktor yang namanya akrab disapa pak Geuchik itu pernah berjanji padanya serta disaksikan Nuraini [kakak Anwar] untuk segera melakukan pembayaran ganti rugi terhadap tanaman kelapa sawit, cokelat dan pohon pinang yang mati miliknya setelah dilakukan penghitungan.

Pertemuan demi pertemuan antara pihak Anwar dengan pihak PT Duta Mas Indah berulang kali dilakukan dalam upaya menyelesaikan kerugian tersebut.

Mulai dari pembayaran perbaikan bangunan ruko yang retak terimbas dari gegaran pemasangan pancang (paku bumi) disaat awal pembangunan Proyek pembangunan jembatan dikerjakan beberapa tahun lalu, hingga pembayaran tanaman kebun yang mati.

Terkait perbaikan bangunan ruko yang retak, menurut Geuchik Is, uangnya telah diberikan melalui kakak kandung Anwar senilai Rp.1,5 juta, namun uang senilai Rp.1,5 juta dianggap Anwar tidak sesuai dengan kondisi keretakan bangunan ruko permanen miliknya.

Terkait keluhan Anwar itu, rahasiaumum.com berusaha mencari informasi dari pihak pihak PT Duta Mas Indah [menghubungi Koko]. Bahkan upaya konfirmasi melalui ponsel dan juga berusaha menemui yang bersangkuatan kelokasi pekerjaannamun hingga berita ini diterbitkan, Kamis (24/04/2025) belum ada tanggapan.(*)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...