Dalam Pidato Pelantikan, Suhadi Sampaikan Proiritas Programnya

Dalam Pidato Pelantikan, Suhadi Sampaikan Proiritas Programnya

Blangkejren. RU – Suhaidi dan Maliki sah menjadi Bupati-Wakil Bupati Gayo Lues masa jabatan 2025-2030. Jabatan tersebut mulai diemban pasangan ini sejak dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Minggu (16/02/2025) dalam Sidang Paripurna DPRK Gayo Lues.

Usai pelantikan, Suhadi mengungkapkan beberapa program yang akan menjadi fokusnya dalam memimpin Gayo Lues selama lima tahun kedepan. Diantaranya beberapa program yang akan menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan.

Ia menyebutkan, salah satu prioritas yang akan mereka jalankan adalah pembangunan infrastruktur. Khusunya jalan untuk memperlancar akses antara Gayo Lues dan Aceh Tamiang, yang semasa kampanye mereka janjikan akan menjadi prioritas jika terpilih.

“Alhamdulillah, doa masyarakat diijabah, sehingga menjadi harus bagi kami untuk segera merealisasikan janji tersebut,” papar Suhaidi.

Selain itu, Suhaidi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber daya alam di Gayo Lues untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, sekitar 27 persen dari luas wilayah Gayo Lues adalah lahan budidaya yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Namun, sebagian besarnya masih berupa hutan lindung yang tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan.

“Salah satu program prioritas kami adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya dalam sektor pertanian. Kami akan fokus pada pengembangan kebun kopi, kakau, tembakau, dan jagung. Di tahun 2026, kami juga akan mewajibkan setiap ASN memiliki kebun kopi seluas 1 hektar,” ungkapnya.

Suhaidi juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, dengan memastikan bahwa setiap pegawai negeri sipil (PNS) di Gayo Lues menggunakan plat nomor kendaraan yang sesuai dengan wilayah daerah setempat.

“Kami akan segera mengatur ini untuk memastikan pajak yang dibayarkan sesuai dengan daerahnya,” sebutnya.

Suhaidi juga memaparkan tantangan yang dihadapi Gayo Lues terkait dengan kondisi alam yang seringkali mengakibatkan bencana alam, seperti tanah longsor dan kerusakan jalan.

Ia mengusulkan agar UPT PUPR yang ada di Aceh Tenggara dapat dipindahkan ke Gayo Lues, mengingat panjangnya jalan provinsi di Gayo Lues yang lebih luas dibandingkan Aceh Tenggara.

Pemerintahan Suhaidi-Maliki juga akan fokus pada peningkatan sektor pertanian, khususnya pengembangan kebun kopi dan tanaman lain yang potensial.

Suhaidi berharap dengan program tersebut, Gayo Lues dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian daerah.(*)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...