Tingkatkan Status, DPMG Aceh Besar Minta Gampong Perkuat Data Prodeskel

Tingkatkan Status, DPMG Aceh Besar Minta Gampong Perkuat Data Prodeskel

Jantho. RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) mendorong gampong untuk memperkuat data Prodeskel yang merupakan salah satu acuan peningkatan status gampong.

“Data Prodeskel gampong merupakan salah satu data awal yang menjadi indikator utama peningkatan status gampong, yang akan dinilai langsung oleh Kemendagri, maka untuk itu kita selalu meminta agar operator gampong melakukan input data yang diperlukan ke dalam aplikasi tersebut,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan gampong Kabupaten Aceh Besar, Carbaini SAg di Kota Jantho, Senin (18/11/2024).

Ia menambahkan, adalah sangat penting menunjukkan keinginan kita semua dari masyarakat untuk terus meningkatkan taraf hidup sosial yang secara langsung juga akan berdampak pada penigkatan status gampong itu sendiri.

“Keinginan kita untuk maju dan berkembang juga harus kita tunjukkan melalui kerja keras terutama dengan mengisi data apa yang telah kita lakukan dan potensi yang kita miliki di gampong,” imbuhnya.

Prodeskel serta Epdeskel merupakan media dari pemerintah pusat untuk melakukan “monitoring” gampong se-Indonesia. Prodeskel merupakan aplikasi yang digunakan untuk menyusun profil gampong. Data yang dikumpulkan melalui aplikasi tersebut melingkupi data dasar keluarga, kelembagaan, prasarana dan sarana, potensi sumber daya alam dan manusia, serta perkembangan dan permasalahan gampong.

Sedangkan Epdeskel merupakan aplikasi yang digunakan perangkat kelurahan untuk mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan di gampong.

“Untuk itulah betapa terasa pentingnya aplikasi untuk terus dilengkapi di gampong, jika ada kendala dapat dikomunikasikan dengan kecamatan pada Kasi PMG maupun ke DPMG Aceh Besar melalui bidang pendayagunaan SDA,” ujarnya.

Gampong yang masih berstatus swadaya masih berciri pembangunan yang rendah. Karena itu, program-program gampong selanjutnya harus meningkatkan level menjadi swakarya. Itu ditandai dengan produktivitas tinggi dan beragam, tetapi masih mengenal konsep gotong royong.

Dengan upaya yang lebih keras, gampong swasembada bukan tidak mungkin diwujudkan. Kebutuhan pokok, sosial, dan ekonomi masyarakat dapat dipenuhi dengan baik melalui mekanisme kemajuan gampong. Serta,lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang ada sudah bisa menjaga kelangsungan hidup penduduknya.

“Melalui pemanfaatan dana desa yang selalu kita kuncurkan tepat waktu, kita yakin masyarakat akan semakin baik taraf hidupnya dengan pengelolaan yang baik dan berimplikasi langsung bagi masyarakat sehingga juga akan berdampak pada level gampong yang semakin meningkat pula,” tutup Carbaini.(rel)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...