Pj Wali Kota Banda Aceh Buka Rakor TIM PORA: Tekankan Sinergi Pengawasan WNA Jelang Pilkada 2024

Avatar photo
Pj Wali Kota Banda Aceh Buka Rakor TIM PORA: Tekankan Sinergi Pengawasan WNA Jelang Pilkada 2024

Banda Aceh. RU – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) tingkat Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Arabia pada Senin (28/10/2024) ini dibuka oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya, Ade Surya mengapresiasi inisiatif Kantor Imigrasi dalam mengadakan acara penting ini. Ia menekankan bahwa keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Banda Aceh memerlukan pengawasan khusus.

“Koordinasi antarinstansi sangat penting untuk menyatukan persepsi dalam mengawasi aktivitas orang asing di wilayah kita, khususnya menjelang Pilkada mendatang,” ungkapnya.

Ade Surya berharap melalui rakor ini, semua instansi dapat bersinergi untuk memastikan suksesnya pemilihan kepala daerah. Ia menggarisbawahi pentingnya tindakan preventif guna mencegah potensi penyalahgunaan hak suara oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada orang asing dengan dokumen tidak sah yang terlibat dalam proses pemilihan, karena hal itu dapat mengganggu kredibilitas dan netralitas Pilkada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ade Surya mengingatkan posisi strategis Banda Aceh sebagai titik transit dan tujuan bagi banyak WNA. Menurutnya, kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh oknum yang berniat melakukan kegiatan ilegal, seperti penyelundupan dan perdagangan manusia.

“Kita perlu waspada terhadap ideologi dan budaya asing yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai lokal dan syariat Islam,” tambahnya.

Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Faruc Hilanga Pratama, menambahkan bahwa TIM PORA diharapkan dapat menjadi motor pengawasan orang asing di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan kebijakan keimigrasian, seperti pemberian paspor elektronik dan Golden Visa, perlu diimbangi dengan pengawasan ketat.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi, Adi Almapega, mengingatkan bahwa setiap individu yang masuk atau keluar dari Indonesia wajib menjalani pemeriksaan dokumen.

“Rakor ini bertujuan menjaga kelancaran penyelenggaraan Pilkada di Provinsi Aceh dan mendeteksi potensi kerawanan yang mungkin ditimbulkan oleh keberadaan orang asing,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat berkolaborasi secara efektif guna menciptakan suasana aman dan kondusif selama proses pemilihan umum mendatang.

Seluruh peserta rakor menyatakan komitmen untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi demi menjaga integritas Pilkada.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...