Sempat Buron, Pencuri AC di RSUZA Akhirnya Menyerahkan Diri

Sempat Buron, Pencuri AC di RSUZA Akhirnya Menyerahkan Diri

Banda Aceh. RU – TP alias TH (28), warga Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar yang sempat menjadi buronan kasus pencurian AC di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh beberapa hari lalu akhirnya menyerahkan diri.

Ia diamankan oleh tim gabungan Polsek Kuta Alam bersama Kodam IM di rumahnya pada Minggu, 1 Juni 2025 malam, setelah petugas berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Benar, yang bersangkutan telah menyerahkan diri setelah tim berkoordinasi dengan pihak keluarga kemarin,” ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Suriya, Selasa (03/06/2025).

Bersamanya, polisi ikut menyita dua unit AC curian yang sudah terbongkar. Di mana, bagian dalam AC itu yang terdiri dari kuningan, tembaga dan lainnya telah dijual pelaku.

“Isinya seperti kuningan dan lain-lain sudah dijual oleh pelaku, jadi hanya casing AC yang kita sita dan satu unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk kepentingan pribadinya,” lanjut Suriya.

Atas perbuatannya, pelaku TP alias TH pun saat ini masih ditahan sementara di Mapolsek Kuta Alam untuk menjalani proses hukum lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Kuta Alam dan Satpam mengamankan pelaku pencurian AC di salah satu ruang di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Pencurian itu terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025 subuh sekitar pukul 05.00 WIB dan diketahui oleh satpam yang kala itu sedang berpatroli di sekitar lokasi kejadian.

Salah satu pelaku yakni FK (48), lebih dulu tertangkap lantaran terjatuh dari motor saat hendak kabur bersama TP. Ia diamankan bersama dua unit AC curian yang ikut terjatuh.

“Saat ketahuan satpam kedua pelaku berupaya kabur bersama empat unit AC (indoor) yang dicuri. Namun pelaku FK terjatuh dari motornya bersama dua unit AC, sementara TP melarikan diri dengan membawa dua AC lainnya,” ucap Suriya, Sabtu, 31 Mei 2025 lalu.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...