Industri Batu Bata di Julok Terancam Gulung Tikar

Pengrajin sedang mencetak batu bata tanah liat di Dusun Alue Dua, Gampong Blang Gleum, Aceh Timur
  • Harga Bahan Produksi Melonjak

Idi. RU – Industri rumah tangga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) batu bata tanah liat di Kecamatan Julok, Aceh Timur terancam gulung lapak, pengrajin mengaku harga bahan produksi semakin mahal.

Salahsatu pengrajin UMKM batu bata tanah liat, Junaidah (54) warga Dusun Alue Dua, Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur mengaku, harga bahan pokok produksi batu bata tanah liat kini semakin melambung.

“Hampir semua bahan pokok produksi batu bata naik mulai dari kayu bakar dan tanah liat,” kata Junaidah, Jumat (09/05/2025)

Ia menerangkan, dulu harga bahan pokok kayu bakar dijual Rp130.000 permobil angkutan Chevrolet, sekarang melonjak Rp270.000.

“Kalau dulu kayu bakar cuma Rp130.000 satu mobil chevrolet, sekarang sudah melonjak Rp280.000, untuk membakar batu bata membutuhkan kadang-kadang sampai 7 atau 8 mobil angkutan kayu bakar dan ini memakan biaya hingga Rp1.890.000 bahkan lebih,” ungkap Junaidah.

Sementara bahan pokok tanah liat yang dulu berkisaran Rp120.000 per dump trucknya sekarang sudah naik sampai Rp180.000.

“Tanah liat juga sudah mengalami kenaikan dari harga dari Rp120.000 sekarang Rp180.000 satu dump truck. sementara untuk jasa pembuatan batu bata kalau dulu lumayan murah sekarangpun sudah naik juga,” jelas pengrajin batu bata.

Harga bahan pokok produksi yang semakin melambung, namun harga jual batu bata tanah liat terbilang sangat rendah hingga Rp450 perbatangnya.

“Harga bahan pokok mahal,namun harga jual sekarang sangat murah, bahkan ramai para pengrajin batu bata tanah liat yang sudah gulung lapak karena untuk laba di usaha batu bata sudah sangat menipis,” pungkasnya.

Dirinya berharap Pemerintah Daerah melalui dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat bisa mendukung UMKM pengrajin batu bata tanah liat di Kecamatan Julok, Aceh Timur dalam pengembangan usaha yang terancam gulung tikar.(HB012)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...